Saturday, July 4, 2015

Siapa sumber malapetaka?



21. Siapakah sumber malapetaka? Sumber malapetaka adalah Setan di “dalam” diri manusia atau gangguan (Qs..38:41).
Hal ini bertentangan dengan:
Sumber malapetaka adalah kita sendiri (Qs.4:79).
Sumber malapetaka adalah Allah sendiri (Qs.4:78).
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan, jadi total sudah ada 104 pertentangan.


Sumber malapetaka adalah Setan di “dalam” diri manusia atau gangguan dalam QS 38:41 (Al Quran surat Shâd [huruf shâd] ayat 41)
وَٱذْكُرْ عَبْدَنَآ أَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلشَّيْطَـٰنُ بِنُصْبٍۢ وَعَذَابٍ [٣٨:٤١]
Terjemahan bebas: Dan ingatlah akan hamba Kami, Job, ketika di menyeru Rabbnya: “Bahwa setan menyentuhku dengan ketidakberdayaan dan penderitaan.”

Sumber malapetaka adalah kita sendiri dalam QS 4:79 (Al Quran surat An Nisâ’ [wanita-wanita] ayat 79)
مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍۢ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍۢ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَـٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًۭا ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًۭا [٤:٧٩]
Terjemahan bebas: Apa-apa yang menimpamu itu suatu kebaikan, maka itu dari Allah. Dan apa-apa yang menimpamu itu suatu keburukan, maka itu dari dirimu. Dan Kami mengirimmu bagi manusia sebagai seorang utusan. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Sumber malapetaka adalah Allah sendiri dalam QS 4:78 (Al Quran surat An Nisâ’ [wanita-wanita] ayat 78)
أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍۢ مُّشَيَّدَةٍۢ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌۭ يَقُولُوا۟ هَـٰذِهِۦ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۭ يَقُولُوا۟ هَـٰذِهِۦ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّۭ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ فَمَالِ هَـٰٓؤُلَآءِ ٱلْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًۭا [٤:٧٨]
Terjemahan bebas: Di manapun kalian berada, maut menghampiri kalian, meskipun kalian berada di benteng yang diperkuat. Dan jika kebaikan menimpa mereka, mereka akan berkata: “Hal ini dari sisi Allah.” Dan jika keburukan menimpa mereka, mereka akan berkata: “Hal ini dari sisi kamu.” Katakanlah: “Segalah sesuatu dari sisi Allah. Maka berpalinglah dari suatu kaum yang mereka itu  sukar sekali diberi pengertian dengan kata-kata.”

ULASAN:

Pada QS 38:41 Al Quran menginformasikan perkataan Job bahwa dia diganggu setan dalam ketidakberdayaan dan penderitaan yang dialaminya.

Pada QS 4:79 Al Quran menginformasikan bahwa jika suatu kebaikan datang kepada manusia, maka itu datang dari (kasih sayang) Allah. Dan jika suatu keburukan datang kepada manusia, maka itu adalah akibat dari ulah manusia itu sendiri. Contohnya: penggundulan hutan. Jika dibiarkan, makan akibatnya adalah malapetaka banjir.

Pada QS 4:78 Al Quran menginformasikan bahwa kematian adalah ketetapan Allah yang tidak bisa pandang bulu di manapun berada. Selanjutnya, jika suatu kebaikan datang kepada orang-orang degil, maka mereka akan berkata bahwa hal itu datang dari Allah. Dan jika suatu keburukan datang kepada orang-orang degil, maka mereka akan berkata bahwa hal itu datang dari Muhammad SAW.

Ayat-ayat ini tidak membicarakan tentang sumber malapetaka. Mari kita lihat apa yang disebut sebagai malapetaka atau bencana. Secara umum orang arab mengenal istilah ini sebagai “mushîbah” (مصيبة) yang berasal dari kata kata kerja “shâba” (صاب) yang berarti mengguyur, mengenai sasaran atau datang turun. Dengan menambahkan imbuhan “a” maka kata ini berubah menjadi kata kerja lain “ashâba” (أصاب) yang berarti menimpa, mengirim turun, menyebabkan celaka atau hukuman. Kata “ashâba”ini yang digunakan dalam ayat-ayat ini. Mushîbah adalah kata benda/sifat aktif dari kata ini yang berarti yang menimpa, yang diturunkan, hukuman atau bencana. Berarti kata ini sebenarnya mempunyai konteks yang netral dan hanya manusia saja yang mempersepsinya sebagai suatu keburukan. Mari kita lihat definisi atau keterangan tentang kata-kata ini dalam Al Quran pada ayat QS 64:11 (Al Quran surat At Taghâbûn [hari untung dan rugi] ayat 11):
مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ [٦٤:١١]
Terjemahan bebas: Tidak ada mushîbah yang menimpa kecuali dengan ijin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, Dia memberi petunjuk kepada hatinya. Allah mengetahui segala sesuatu.

Segala sesuatu terjadi karena ijin Allah. Allah menimpakan sesuatu kepada manusia adalah untuk menguji keimanan manusia, atau sebagai alat introspeksi atas hasil dari perbuatan manusia itu sendiri. Terjadinya kadang bisa diprediksi manusia dan seringkali di luar dugaan manusia.

Suatu peristiwa dapat dipersepsi sebagai suatu kebaikan oleh manusia. Selanjutnya bagaimana sikap manusia terhadap kebaikan itu. Bagi orang yang menutup (kebenaran), kebaikan itu adalah hak bagi dirinya karena hal itu terjadi karena hasil dari usahanya atau paling tidak sebagai kejutan yang tidak disangka-sangka, selanjutnya dia akan larut dalam kegembiraan dan melupakan hal yang lain. Bagi orang yang beriman, kebaikan itu adalah bentuk dari kasih sayang Allah terhadap dirinya dan bisa juga suatu ujian, selanjutnya dia bersyukur kepada Allah dan selalu waspada. Bisa jadi kebaikan itu, jika tidak disikapi dengan benar, akan berubah menjadi keburukan. Contohnya kekayaan, jika orang terlalu larut dalam kegembiraan bisa jadi kekayaan itu menjerumuskan orang kepada perbuatan tidak bermoral yang menimbulkan bencana.

Demikian juga suatu peristiwa dapat dipersepsi sebagai suatu keburukan oleh manusia. Bagi yang menutup (kebenaran), keburukan itu ditanggapi dengan sikap negatif, yaitu akibat kesalahan orang lain, ketidak adilan Tuhan, atau kebetulan saja mendapat nasib buruk. Sangat jarang yang menganggap hal itu akibat perbuatan dirinya yang salah. Kadang juga mereka salah dalam menyikapinya sehingga makin tenggelam dalam keburukan yang lebih parah. Bagi orang yang beriman, keburukan itu bisa jadi merupakan teguran dari Allah atas perbuatannya yang salah, dan bisa juga sebagai ujian untuk meningkatkan keimanan baginya. Apapun itu, bagi orang beriman tentu ditanggapi dengan sikap positif karena ada pelajaran di balik keburukan sehingga dia sabar menerima keburukan itu dan terus berusaha memperbaiki diri. Bisa jadi keburukan itu adalah kebaikan yang terselubung. Misalnya, seseorang mengalami kecelakaan dalam perjalan menuju bandara. Ternyata kemudian, pesawat yang akan ditumpanginya jatuh sehingga tidak ada penumpang yang selamat. Dengan demikian, dia diberi kesempatan untuk bertobat dan berbuat baik.

Pada umumnya orang memandang kematian adalah suatu hal yang buruk atau suatu bencana. Padahal, kematian adalah ketetapan Allah, yang tidak dapat dipercepat atau ditunda, sebagai salah satu fasa perjalanan manusia. Hal ini bisa merupakan karunia kebaikan dan bisa juga merupakan bencana keburukan. Beruntung bagi yang mati dalam keadaan beriman, walaupun mati dengan cara yang mengenaskan (dalam pandangan manusia lain), karena dia telah melewati suatu proses yang akan mengantarnya menuju tempat yang dirindukannya. Sebaliknya, merugilah bagi yang mati dalam keadaan kafir, walaupun mati dengan tenang di pembaringan, karena dia masih ingin hidup di dunia tetapi dipaksa menuju tempat yang.tidak mau dia datangi. 

Lantas di mana peran setan? Dia bukanlah sumber malapetaka, melainkan penggoda yang mengakibatkan orang lupa kepada Allah melalui kebaikan dan keburukan tersebut. Jika seorang manusia mendapatkan kebaikan, maka setan akan menggodanya untuk terus menikmati kebaikan tersebut seolah-olah orang itu akan hidup selama-lamanya di dunia sehingga orang lupa bahwa dia akan mati dan menghadapi pengadilan di akhirat. Jika seorang manusia mendapatkan keburukan, maka setan akan menggodanya untuk mengingatkan manusia akan ketidak adilan Allah sehingga makin larut dalam kesedihan atau menjerumuskan orang itu melakukan perbuatan yang salah, misalnya merampok. Pada QS 38:41 Job merasakan gangguan setan selama ketidakberdaayaan penderitaannya yang berasal dari Allah untuk mengujinya dalam puluhan tahun, akan tetapi dia tetap ingat Allah. Inilah sebabnya dia ditampilkan dalam Al Quran sebagai teladan bagi manusia lainnya agar tidak tergoda setan sampai datangnya ketetapan Allah yang lain.

Friday, July 3, 2015

Di manakah Allah dan 'arsy?



20. Dimanakah Allah Muslim dan tahtaNya? Allah Muslim lebih dekat daripada urat leher manusia (Qs.50:16).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim itu berada di tahtaNya/arasyNya (Qs.57:4)…tahtaNya dimana?!
Allah Muslim itu tahtaNya berada di atas air (Qs.11:7).
Allah Muslim itu tahtaNya berada antara 1.000 hingga 50.000 tahun untuk dijangkau (Qs.32:5, 70:4).
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 101 pertentangan.


Lebih dekat daripada urat leher manusia dalam QS 50:16 (Al Quran surat Qâf [huruf qâf] ayat 16)
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِۦ نَفْسُهُۥ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ ٱلْوَرِيدِ [٥٠:١٦]
Terjemahan bebas: Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dan Kami mengetahui apa-apa yang dirinya bisikkan (dalam hatinya) dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat nadinya.

Di tahtaNya/arasyNya dalam QS 57:4 (Al Quran surat Al Hadîd [besi] ayat 4)
هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌۭ [٥٧:٤]
Terjemahan bebas: Dia yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari kemudian kokoh atas kekuasaanNya. Dia mengetahui apa-apa yang masuk ke bumi dan apa-apa yang keluar darinya dan apa-apa yang turun dari langit dan apa-apa yang naik di dalamnya. Dia bersama kalian di manapun kalian berada. Dan Allah melihat apa-apa yang kerjakan.

TahtaNya di atas air dalam QS 11:7 (Al Quran surat Hûd [nama nabi bukan anak Israel] ayat 7)
وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ وَكَانَ عَرْشُهُۥ عَلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًۭا ۗ وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِنۢ بَعْدِ ٱلْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ مُّبِينٌۭ [١١:٧]
 Terjemahan bebas: Dan Dia itu yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dan kekuasanNya di atas air agar dapat menguji kalian siapa saja dari kalian yang (mempunyai) perbuatan terbaik. Dan jika kamu katakan: “Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang dibangkitkan sesudah kematian.” Mereka yang menutup (kebenaran) akan berkata: “Hal ini hanyalah sihir yang nyata.”

TahtaNya berada 1.000 tahun untuk dijangkau dalam QS.32:5( Al Quran surat As Sajdah [bersujud] ayat 5)
يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ إِلَى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍۢ كَانَ مِقْدَارُهُۥٓ أَلْفَ سَنَةٍۢ مِّمَّا تَعُدُّونَ [٣٢:٥]
Terjemahan bebas: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian naik kepadaNya dalam satu hari yang ukurannya seribu tahun dari apa-apa yang kalian hitung.

TahtaNya berada 50.000 tahun untuk dijangkau dalam QS 70:4 (Al Quran surat Al Ma’arij [tangga naik] ayat  4).
تَعْرُجُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍۢ كَانَ مِقْدَارُهُۥ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍۢ [٧٠:٤]
Terjemahan bebas: Malaikat dan ruh naik kepadaNya dalam satu hari yang ukurannya lima puluh ribu tahun.

ULASAN

Kadang fikiran manusia selalu ingin menyamakan yang lain dengan keadaan dirinya. Kadang juga membaca sesuatu secara sekilas saja sehingga segera mengambil kesimpulan berdasarkan atas prsangka atau asosiasi yang ada di fikirannya, sebelum merenungkannya.

Allah pemilik segalanya, sudah ada sebelum tempat dan waktu. Allah adalah yang menciptakan makhluk. Dengan demikian Allah tidak akan sama dengan makhluk. Allah mengetahui seluruh peri keadaan makhluk, sedangkan makhluk tidak mengetahui Allah, kecuali sedikit sekali sesuai yang diajarkan Allah. Kita tidak tahu bagaimana keberadaan Allah, seperti apa manifestasiNya. Yang dapat diketahui oleh makhluk adalah tanda-tandaNya saja, bukan diriNya.

Pada QS 50:16 Al Quran menginformasikan bahwa Allah dekat sekali dengan manusia sehingga sangat mengetahui sekecil apapun yang terlintas dalam hati manusia, tidak ada satupun yang terlewatkan. Apa itu suatu pemikiran atau niat baik maupun pemikiran atau niat sesat, sengaja atau tidak sengaja. Maka dari itu, manusia harus berhati-hati terhadap apa yang ada dalam pikiran maupun hati.

Pada QS 57:4 Al Quran menginformasikan bahwa setelah Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, Allah “bertahta di atas singgasana”. Inilah pikiran manusia yang selalu menyamakan keadaan sesuatu yang lain dengan dirinya. Mari kita perhatikan kata-kata yang digunakan. Kata “istawa” (ٱستوى) adalah kata kerja yang terbentuk dari kata kerja lain yaitu “sawiya” (سوى) yang berarti berharga atau setara dengan. Dengan imbuhan “i-ta” maka kata itu berubah artinya menjadi kokoh, mengokohkan diri, menaiki sesuatu dll. sehingga dapat diartikan sebagai bertahta. Adapun kata “’arsy” (عرش) berasal dari kata kerja “arasya” (عرش) yang berarti membangun, mengkonstruksikan, membuat atap, meninggikan struktur dll. sehingga kata bendanya  dapat diartikan sebagai singgasana, paviliun, atap, kekuasan, kerajaan dll. Orang dapat saja menerjemahkan kata-kata tersebut sesuai dengan yang dipahaminya atau dengan mengambil salah satu maknanya saja agar mudah dicerna pembacanya. Dengan terjemahan “bertahta di atas singgasana” akan membawa pembacanya mengasosiasikan bahwa yang bertahta itu adalah seorang raja manusia seperti dirinya.

Saya menerjemahkannya dengan kokoh atas kekuasaanNya adalah sesuai dengan apa-apa yang Dia kerjakan terus menerus tanpa meninggalkan sesuatupun ketika “bertahta di atas singgasana”. Pada semua ayat di Al Quran, setelah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, Dia mengerjakan berbagai hal. Lihat QS 7:54, QS 10:3 dan QS 57:4 ini. Berbeda dengan kepercayaan yahudi dan kristen yang menyebutkan bahwa Tuhan, setelah menciptakan, beristirahat di hari ke tujuh. Sungguh akan kacau seluruh alam semesta jika penciptanya meninggalkan sebagian dari pekerjaan, walaupun sesaat atau satu pekerjaan saja. Jadi Allah tidak dapat disamakan dengan makhluk yang perlu beristirahat atau duduk ongkang-ongkang kaki di singgasana. Perhatikan QS 50:38 (Al Quran surat Qâf [huruf qâf] ayat 38):
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ وَمَا مَسَّنَا مِن لُّغُوبٍۢ [٥٠:٣٨]
Terjemahan bebas: Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari. Tidak satupun kekelahan menyentuh Kami.

Pada QS 11:7 Al Quran menginformasikan bahwa tahtaNya di atas air. Dalam hal ini saya tidak mampu untuk mengungkapkannya. Saya menganggap bahwa ini adalah ayat atau tanda mutasyabihat, yaitu yang mengandung makna tersembunyi yang hanya diketahui Allah semata atau orang-orang yang telah Dia beri pengetahuan tentang itu. Yang ada pada saya hanya dugaan saja yang jika saya ungkapkan akan mengecoh pembaca dari maksud yang sebenarnya. Jika ingin menemukan jawaban sesungguhnya, silahkan dalami terus Al Quran pada bagian-bagian lainnya, gunakan juga hati nurani selain rasio. Mudah-mudahan menemukan kebenaran sejati. Jika sudah, tolong informasikan kepada saya. Bagi saya sekarang ini lebih baik mendalami dulu Al Quran dengan ayat-ayat muhkamat, yaitu yang artinya sudah jelas dan yang menjadi pokok utama dalam Al Quran. Ayat ini saya imani sebagai petunjuk yang benar dari Allah.

Pada QS.32:5 Al Quran menginformasikan bahwa Allah mengatur urusan dari langit ke bumi dan urusan itu naik kepadaNya. Pada QS 70:4 Al Quran menginformasikan bahwa Malaikat dan ruh naik kepadaNya. Pada kedua ayat ini tidak diterangkan di mana keberadaan Allah. Selain itu, apakah urusan itu berasal dari ‘arsy, ataukah naik ke ‘arsy, ataukan malaikat dan ruh naik ke ‘arsy. tidak diinformasikan. Apalagi, tidak ada sama sekali informasi tentang manusia dapat menjangkau tahtaNya dalam 1.000 atau 50.000 tahun. Ini adalah contoh pemikiran yang mengambil kesimpulan berdasarkan prasangka saja tanpa disertai informasi yang lengkap.

Thursday, July 2, 2015

Bolehkah menjadi perantara/orang yang bersyafaat?



19. Bolehkah menjadi perantara/orang yg bersyafaat atau tidak pada Hari Penghakiman/ Akhir Zaman? Boleh (Qs.20:109, 34:23, 43:86, 53:26).
Hal ini bertentangan dengan:
Menjadi perantara/orang yg bersyafaat pada Hari Penghakiman/ Akhir Zaman adalah tidak boleh (Qs.2:122-123, 2:254, 6:51, 82:18-19).
Sampai disini sudah ada 16 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 97 pertentangan.




Boleh menjadi perantara dalam QS 20:109 (Al Quran surat Thâhâ [huruf thâ’dan hâ’] ayat 109.
يَوْمَئِذٍۢ لَّا تَنفَعُ ٱلشَّفَـٰعَةُ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَرَضِىَ لَهُۥ قَوْلًۭا [٢٠:١٠٩]  



Terjemahan bebas: Pada hari itu syafâ’ah tidak berguna kecuali siapa Yang Penyayang memberi ijin kepadanya dan Dia rela dengan perkataannya.

Boleh menjadi perantara dalam QS 34:23 (Al Quran surat Saba [negeri Saba] ayat 23)
وَلَا تَنفَعُ ٱلشَّفَـٰعَةُ عِندَهُۥٓ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُۥ ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمْ قَالُوا۟ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا۟ ٱلْحَقَّ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ [٣٤:٢٣]
Terjemahan bebas: Dan syafâ’ah tidak berguna di sisiNya kecuali bagi siapa yang diijinkan sampai ketika ketakutan diangkat dari hati-hati mereka. Mereka berkata: “Apa (yang diperintahkan) Rabb kalian?” Mereka berkata: “Hal yang Benar. Dan hanya Dia yang tinggi yang besar.”

Boleh menjadi perantara dalam QS 43:86 (Al Quran surat Az Zukhrûf [perhiasan] ayat 86)
وَلَا يَمْلِكُ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِ ٱلشَّفَـٰعَةَ إِلَّا مَن شَهِدَ بِٱلْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ [٤٣:٨٦]
Terjemahan bebas: Dan tidak berlaku bagi mereka yang memohon kepada selain Dia syafâ’ah kecuali yang bersaksi dengan kebenaran dan mereka mengetahuinya.

Boleh menjadi perantara dalam QS 53:26 (Al Quran surat An Najm [bintang] ayat 26)
وَكَم مِّن مَّلَكٍۢ فِى ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ لَا تُغْنِى شَفَـٰعَتُهُمْ شَيْـًٔا إِلَّا مِنۢ بَعْدِ أَن يَأْذَنَ ٱللَّهُ لِمَن يَشَآءُ وَيَرْضَىٰٓ [٥٣:٢٦]
Terjemahan bebas: Dan berapapun malaikat yang ada di langit tidak berguna syafâ’ah mereka kecuali siapa yang sesudahnya diijinkan Allah bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia rela.

Tidak boleh menjadi perantara dalam QS 2:122-123 (Al Quran surat Al Baqarah [sapi betina] ayat 122-123)
يَـٰبَنِىٓ إِسْرَ‌ٰٓءِيلَ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتِىَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّى فَضَّلْتُكُمْ عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ [٢:١٢٢]وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًۭا لَّا تَجْزِى نَفْسٌ عَن نَّفْسٍۢ شَيْـًۭٔا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌۭ وَلَا تَنفَعُهَا شَفَـٰعَةٌۭ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ [٢:١٢٣]
 Terjemahan bebas: Ayat 122: Wahai anak-anak Israel, ingatlah karuniaKu yang telah Aku anugerahkan atas kalian dan ketika Aku memilih kalian atas alam semesta. Ayat 123: Dan takutlah pada suatu hari yang seseorang tidak dapat memikul dosa yang lainnya, dan tidak diterima kompensasi darinya, dan tidak berguna baginya syafâ’ah. Dan mereka tidak ditolong.

 Tidak boleh menjadi perantara dalam QS 2:254 (Al Quran surat Al Baqarah [sapi betina] ayat 254)
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَـٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌۭ لَّا بَيْعٌۭ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌۭ وَلَا شَفَـٰعَةٌۭ ۗ وَٱلْكَـٰفِرُونَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ [٢:٢٥٤]
Terjemahan bebas: Wahai mereka yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) dari apa-apa yang kami anugerahkan pada kalian sebelum datangnya hari yang tidak ada transaksi di dalamnya, dan tidak juga perkawanan dan tidak juga syafâ’ah. Dan orang-orang yang menutup (kebenaran) mereka adalah orang-orang yang berbuat aniaya.

Tidak boleh menjadi perantara dalam QS 6:51 (Al Quran surat Al An’âm [hewan ternak] ayat 51)
وَأَنذِرْ بِهِ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُوٓا۟ إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُم مِّن دُونِهِۦ وَلِىٌّۭ وَلَا شَفِيعٌۭ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ [٦:٥١]
Terjemahan bebas: Dan peringati mereka yang khawatir (pada hari) ketika mereka dikumpulkan kepada Rabb mereka, tidak ada bagi mereka selain Dia sebagai pelindung dan tidak juga pemberi syafâ’ah. Mudah-mudahan mereka takut (kepada Allah).

Tidak boleh menjadi perantara dalam QS 82:18-19 (Al Quran surat Al Infithâr [langit terbelah] ayat 18-19)
ثُمَّ مَآ أَدْرَىٰكَ مَا يَوْمُ ٱلدِّينِ [٨٢:١٨]يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌۭ لِّنَفْسٍۢ شَيْـًۭٔا ۖ وَٱلْأَمْرُ يَوْمَئِذٍۢ لِّلَّهِ [٨٢:١٩]
Terjemahan bebas: Ayat 18: Kemudian, “Apa yang kamu ketahui tentang hari pengadilan?” Ayat 19: (yaitu) Hari tidak seorangpun memikul beban orang lain. Dan urusan pada hari itu milik Allah.

ULASAN

Semua ayat-ayat ini tidak membicarakan apakah seseorang boleh atau tidak boleh menjadi perantara/orang yang bersyafaat. Pada prinsipnya dalam Al Quran tidak akan ada syafaat pada hari pengadilan, kecuali yang diberi ijin oleh Allah.

Apakah itu syafaat? Kata ini diturunkan dari kata syafa’a (شفع) yang berarti menjadikan genap sesuatu yang ganjil, memasangkan, menyediakan sesuatu bagi yang sendirian, melindungi, menjadi perantara, mencampuri keputusan. Dalam hal ini seorang perantara atau orang yang bersyafaat adalah orang yang dapat mencampuri suatu keputusan yang sudah dibuat sehingga keputusan itu berubah, terutama dalam hal penghukuman. Jika seseorang sudah dinyatakan bersalah, kemudian datang orang lain memberi syafaat, maka dengan itu hukumannya dicabut.

Dalam agama-agama terdahulu seperti yahudi dan kristen banyak diangkat oleh penganutnya orang-orang yang dianggap suci atau malaikat tertentu sebagai pemberi syafaat. Bisa jadi orang yang diangkat tersebut tidak pernah menyatakan dirinya pemberi syafaat. Pengangkatan semacam ini mungkin ditentukan berdasarkan semacam konsensus di antara pemuka-pemuka agama dalam menentukan kriteria orang atau malaikat yang diangkat dan tata-cara penganut-penganutnya agar mendapat syafaat dari orang yang diangkat atau malaikat tersebut.

Al Quran menentang praktek semacam ini, perhatikan QS 7:53 (Al Quran surat Al A’râf [yang ditinggikan] ayat 53]
هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُۥ ۚ يَوْمَ يَأْتِى تَأْوِيلُهُۥ يَقُولُ ٱلَّذِينَ نَسُوهُ مِن قَبْلُ قَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلْحَقِّ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَآءَ فَيَشْفَعُوا۟ لَنَآ أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ قَدْ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ [٧:٥٣]

Terjemahan bebas: Apakah mereka (orang-orang kafir itu) hanya menunggu sampai makna dia (hari pengadilan) terungkap? Pada hari terungkapnya itu mereka yang mengabaikannya dahulu berkata: “Sungguh telah datang pada kami utusan-utusan Rabb kami dengan kebenaran (tetapi kami menyangkalnya). Maka apakah bagi kami ada orang-orang yang memberi syafâ’ah yang akan membebaskan kami ataukah kami dikembalikan lagi (ke dunia) sehingga dapat melakukan perbuatan yang tidak kami lakukan dulu?” Sesungguhnya mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah menyesatkan mereka apa-apa yang mereka buat-buat dulu.

Juga lihat QS 10:18 (Al Quran surat Yûnus [Jonah] ayat 18)
وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَـٰٓؤُلَآءِ شُفَعَـٰٓؤُنَا عِندَ ٱللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّـُٔونَ ٱللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ [١٠:١٨]
Terjemahan bebas: Dan mereka, yang menghamba kepada selain Allah yaitu yang tidak dapat mencelakai mereka dan tidak juga dapat memberi manfaat bagi mereka,  akan berkata: “Mereka inilah yang menjadi pemberi syafâah bagi kita di sisi Allah.” Katakanlah: “Apakah kalian akan mengabarkan Allah tentang apa-apa yang Dia tidak ketahui di langit dan di bumi?” Maha suci Dia dan lebih tinggi dari apa-apa yang mereka persekutukan.

Dari semua ayat Al Quran tidak ada yang menyebutkan tentang adanya perantara atau orang yang bersyafaat pada hari pengadilan. Semua syafaat tidak berguna kecuali yang Allah berikan ijin. Sayangnya tidak ada informasi siapa atau apa yang diberikan ijin tersebut. Dengan ini Al Quran menginformasikan bahwa orang-orang beriman hanya bertanggungjawab terhadap amal perbuatannya sendiri, tidak dianjurkan mengharapkan syafaat orang lain dan tidak juga dapat memberikan syafaat bagi orang lain. Tidak ada namanya dosa warisan milyaran penganut harus ditanggung seorang diri oleh juru selamat.

Tuesday, June 30, 2015

Dari manakah manusia diciptakan?



18. Dari manakah manusia itu diciptakan? Dari Segumpal Darah (Qs.96:1-2).
Hal ini bertentangan dengan:
Manusia diciptakan dari air (Qs.21:30, 24:45, 25:54).
Manusia diciptakan dari tanah liat kering yg berasal dari Lumpur hitam (Qs.15:26).
Manusia diciptakan dari debu tanah (Qs.3:59, 30:20, 35:11).
Manusia diciptakan dari bahan yg tidak ada sama sekali (Qs.19:67).
Manusia diciptakan dari bumi (Qs.11:61).
Manusia diciptakan dari mani/sperma (Qs.75:37).
Sampai disini sudah ada 11 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 81 pertentangan.


Dari segumpal darah dalam QS 96:1-2 (Al Quran surat Al ‘Alaq [sesuatu yang melekat] ayat 1-2)
ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ [٩٦:١]خَلَقَ ٱلْإِنسَـٰنَ مِنْ عَلَقٍ [٩٦:٢]
Terjemahan bebas: ayat 1: Bacalah dengan nama Rabb kamu yang menciptakan. Ayat 2: Dia menciptakan manusia dari sesuatu yang melekat.

Dari air dalam QS 21:30 (Al Quran surat Al Anbiyâ’ [nabi-nabi] ayat 30)
أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًۭا فَفَتَقْنَـٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ [٢١:٣٠]
Terjemahan bebas: Dan tidak melihatkah mereka yang menutup (kebenaran) bahwa sesungguhnya langit dan bumi keduanya asalnya satu? Kemudian Kami pisahkan keduanya. Dan Kami jadikan dari air segala yang hidup. Kemudian akankah mereka mengimaninya?

Dari air dalam QS 24:45 (Al Quran surat An Nûr [cahaya] ayat 45)
وَٱللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَآبَّةٍۢ مِّن مَّآءٍۢ ۖ فَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ بَطْنِهِۦ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰٓ أَرْبَعٍۢ ۚ يَخْلُقُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ [٢٤:٤٥]
Terjemahan bebas: Dan Allah menciptakan setiap makhluk  dari air. Dan dari mereka yang berjalan di atas perutnya dan dari mereka yang berjalan di atas kedua kakinya dan yang berjalan di atas keempat kakinya. Allah menciptakan apa-apa yang dikehendakinya. Sesungguhnya Allah atas segala hal menetapkan ukuran masing-masing.

Dari air dalam QS 25:54 (Al Quran surat Al Furqân [pembeda] ayat 54)
وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ مِنَ ٱلْمَآءِ بَشَرًۭا فَجَعَلَهُۥ نَسَبًۭا وَصِهْرًۭا ۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًۭا [٢٥:٥٤]
 Terjemahan bebas: Dan dia yang menciptakan manusia dari air, kemudian menjadikannya berketurunan dan berkawin. Dan Rabb kamu menetapkan ukuran masing-masing.

Dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam dalam QS 15:26 (Al Quran surat Al Hijr [tanah berbatu] ayat 26)
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِن صَلْصَـٰلٍۢ مِّنْ حَمَإٍۢ مَّسْنُونٍۢ [١٥:٢٦]
Terjemahan bebas: Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dari tanah liat kering bagian lumpur hitam yang terbentuk.

Dari debu tanah dalam QS 3:59 (Al Quran surat Ali ‘Imrân [keluarga Amram] ayat 59)
إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ ۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابٍۢ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ [٣:٥٩]
Terjemahan bebas: Sesungguhnya sebagaimana Yesus di sisi Allah, Dia menciptakan Adam dari debu. Kemudian Dia berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka jadilah dia.

Dari debu tanah dalam QS 30:20 (Al Quran surat Ar Rûm [orang romawi] ayat 20)
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍۢ ثُمَّ إِذَآ أَنتُم بَشَرٌۭ تَنتَشِرُونَ [٣٠:٢٠]
Terjemahan bebas: Dan dari tanda-tandaNya adalah Dia menciptakan kalian dari debu, kemudian ketika kalian menjadi dewasa, kalian menyebar.

Dari debu tanah dalam QS 35:11 (Al Quran surat Al Fâthir [pembuat] ayat 11)
وَٱللَّهُ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍۢ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍۢ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَ‌ٰجًۭا ۚ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِۦ ۚ وَمَا يُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٍۢ وَلَا يُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِۦٓ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍ ۚ إِنَّ ذَ‌ٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌۭ [٣٥:١١]
Terjemahan bebas: Dan Allah menciptakan kalian dari debu kemudian dari tetesan sperma kemudian menjadikan kalian berpasangan. Dan tidaklah seorang perempuan hamil dan tidaklah dia keguguran kecuali dengan pengetahuanNya. Dan tidaklah seseorang dipanjangkan umurnya tidaklah dipendekkan umurnya kecuali dalam ketetapanNya. Sesungguhnya itulah bagi Allah sesuatu yang mudah.

Dari bahan yang tidak ada sama sekali dalam QS 19:67 (Al Quran surat Maryam [Maria] ayat 67)
أَوَلَا يَذْكُرُ ٱلْإِنسَـٰنُ أَنَّا خَلَقْنَـٰهُ مِن قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْـًۭٔا [١٩:٦٧]
Terjemahan bebas: Dan tidakkah manusia ingat bahwa Kami menciptakan dia dari sebelumnya yang tidak ada sama sekali?

Dari bumi dalam QS 11:61 (Al Quran surat Hûd [nama nabi bukan anak Israel] ayat 61):
وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَـٰلِحًۭا ۚ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَٱسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَٱسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّى قَرِيبٌۭ مُّجِيبٌۭ [١١:٦١]
Terjemahan bebas: Dan kepada Tsamûd saudara mereka, Shâlih yang berkata: “Wahai kaumku, menghambalah kalian kepada Allah tidaklah ada bagi kalian suatu ilâh selain Dia. Dia menghasilkan kalian dari bumi ini dan menjadikan kalian menghuni di dalamnya. Maka memohonlah ampunan dari Dia kemudian bertobatlah kalian kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku sungguh dekat mengabulkan permohonan.”

Dari mani/sperma dalam QS 75:37 (Al Quran surat Al Qiyâmah [kebangkitan] ayat 37)
أَلَمْ يَكُ نُطْفَةًۭ مِّن مَّنِىٍّۢ يُمْنَىٰ [٧٥:٣٧]
Terjemahan bebas: Bukankah terjadi dari tetesan sperma yang terpancar?

ULASAN

Tidak ada yang bertentangan dengan ayat-ayat ini. Al Quran mengemukakan berbagai asal dari manusia adalah untuk membedakan tahapan proses dan komposisi dari penciptaan manusia.

Pada QS 96:1-2 Al Quran menginformasikan salah satu tahapan proses penciptaan manusia. Kata yang digunakan di sini adalah ‘alaq (علق) berasal dari kata ‘aliqa (علق) yang berarti menempel, menggantung, terhubung dll. Pada masa lalu orang belum memahami secara mendalam bagaimana proses terjadinya janin manusia dalam rahim sehingga diterjemahkan saja sebagai segumpal daging. Berdasarkan ilmu pengetahuan modern baru diketahui bahwa setelah sperma bercampur dengan ovum, kemudian campuran itu melekat pada dinding rahim dan terhubung sehingga dapat menerima nutrisi dari tubuh ibunya. Pada masa lalu mungkin terjemahan kata ini sebagai segumpal daging adalah sesuatu yang menggelikan bagi para pengritik Al Quran sehingga menjadi bahan olok-olokan. Seiring dengan kecerdasan manusia, makin banyak kebenaran Al Quran yang terungkap. Padahal yang seperti ini sudah tertulis ratusan tahun lalu. Jika memang ada istilah yang asing, yang kadang tidak masuk akal, pada masa sekarang, maka mungkin dengan penafsiran baru atas kata-kata tersebut kita akan dapat mengungkap kebenarannya di masa depan.

Pada QS 21:30, QS 24:45, QS 25:54 Al Quran menginformasikan bahwa seluruh makhluk hidup terdiri dari air, termasuk binatang dan manusia. Molekul kimia H2O yang pasti ada dalam organ makhluk hidup. Tidak ada makhluk hidup yang tidak membutuhkan air. 70% tubuh manusia adalah air.

Pada QS 15:26 Al Quran menginformasikan bahwa salah satu komposisi dari manusia adalah  tanah liat kering yg berasal dari Lumpur hitam, “hama’ masnun” (حمإ مسنون). Hal yang sama diulang pada beberapa ayat lainnya. Para ilmuwan masih belum sepakat untuk menafsirkan dengan tepat material apa saja yang dimaksud dengan tanah liat ini.

Pada QS 3:59, QS 30:20 dan 35:11 Al Quran menginformasikan komposisi yang lain dari manusia adalah debu, turâb (تراب). Hal yang sama diulang pada beberapa ayat lagi. Sama dengan material sebelumnya, para ilmuwan masih belum sepakat untuk menafsirkan dengan tepat material apa saja yang dimaksud dengan debu ini. Akan tetapi, penelitian ilmiah membuktikan bahwa semua elemen yang ada di tubuh manusia terdapat di dalam debu tanah.

Pada QS 19:67 Al Quran menginformasikan bahwa tahapan proses manusia dari suatu yang tidak ada menjadi ada. Di sini disebutkan kata “sebelum” yang berkaitan dengan waktu. Hal yang sama diulang pada beberapa ayat lain. Penciptaan manusia sama halnya dengan penciptaan alam semesta yang sebelumnya tidak ada.

Pada QS 11:61 Al Quran menginformasikan bahwa kaum Tsamûd berasal dari bumi mereka tinggal. Kata yang digunakan di sini bukan khalaqa (خلق) melainkan ansya’a (أنشأ) yang artinya mengeluarkan atau menghasilkan yang kemudian menjadi menciptakan. Air, tanah liat dan debu ada di bumi itu sehingga terciptalah kaum Tsamûd.

Pada QS 75:37 Al Quran menciptakan salah satu tahapan proses penciptaan manusia dalam bentuk tetesan air mani yang terpancar (maniy yumnâ, منى يمنى). Banyak ayat yang menyebutkan demikian.

Ada komposisi lain yang belum disebutkan di atas yaitu “saripati lumpur” dan “saripati air”. Untuk mengakhiri ulasan ini mari kita perhatikan cuplikan tahapan proses penciptaan manusia sebelum lahir dalam QS 23:12-14 (Al Quran surat Al Mu’minûn [orang-orang beriman] ayat 12-14.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِن سُلَـٰلَةٍۢ مِّن طِينٍۢ [٢٣:١٢]ثُمَّ جَعَلْنَـٰهُ نُطْفَةًۭ فِى قَرَارٍۢ مَّكِينٍۢ [٢٣:١٣]ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةًۭ فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةًۭ فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَـٰمًۭا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَـٰمَ لَحْمًۭا ثُمَّ أَنشَأْنَـٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَـٰلِقِينَ [٢٣:١٤]
Terjemahan bebas: Ayat 12: Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dari saripati lumpur. Ayat13: Kemudian Kami jadikan dia sebagai air mani/indung telur di dalam tempat yang stabil. Ayat 14: Kemudian Kami ciptakan air mani/indung telur itu sebagai suatu yang melekat, lantas Kami ciptakan yang melekat itu sebagai suatu yang digumpalkan, lantas Kami ciptakan yang digumpalkan itu sebagai suatu yang bertulang, lantas Kami bungkus yang bertulang itu dengan daging. Kemudian Kami keluarkan dia sebagai ciptaan yang lain. Maka terpujilah Allah pencipta terbaik.

Hal ini sudah tertulis ratusan tahun lampau, dan baru dimengerti belakangan oleh orang awam dengan penjelasan ilmu pengetahuan modern. Dalam penelitian pertumbuhan janin, terbukti bahwa pada tahap awal setelah sperma bertemu ovum, maka janin adalah sekumpulan sel yang melekat pada dinding rahim (‘alaqah, علقة), kemudian menjadi suatu gumpalan (mudhghah, مضغة) dan setelah itu terbentuk tulang (‘izhâm, عظام) yang kemudian dibungkus daging (lahm, لحم). Pengetahuan ini sama sekali belum dikenal pada jaman Muhammad SAW. Apakah seluruh isi Al Quran perlu dijelaskan oleh ilmu pengetahuan modern, baru beriman? Bagaimana dengan orang-orang beriman terdahulu yang hanya tahu sedikit tetapi percaya dengan kebenaran Al Quran?

Monday, June 29, 2015

Mana yang diciptakan lebih dulu: langit atau bumi?



16. Manakah yg lebih dahulu diciptakan: langit atau bumi? Pertama, bumi dulu yg diciptakan, lalu kemudian barulah langit ( Qs.2:29).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs..79:27-30 yg menyebutkan bahwa yg diciptakan terlebih dahulu adalah langit, kemudian bumi.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 69 pertentangan.

17. Bagaimanakah proses penciptaan terjadi? Dalam proses penciptaan langit dan bumi diciptakan dengan suka hati atau terpaksa ( Qs.41:11).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.21:30 menyebutkan bahwa langit dan bumi pada mulanya diciptakan telah bersatu padu, kemudian baru dipisahkan.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 70 pertentangan.


Bumi dulu dalam QS 2:29 (Al Quran surat Al Baqarah [sapi betina] ayat 29)
هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًۭا ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَـٰوَ‌ٰتٍۢ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ [٢:٢٩]
Terjemahan bebas: Dia yang menciptakan bagi kalian apa-apa yang ada di bumi seluruhnya kemudian mengokohkan langit kemudian menyempurnakan tujuh langit. Dan Dia mengetahui segala sesuatu.

Langit dulu dalam QS 79:27-30 (Al Quran surat An Nâzi’at [yang mencabut] ayat 27-30)
ءَأَنتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ ٱلسَّمَآءُ ۚ بَنَىٰهَا [٧٩:٢٧]رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّىٰهَا [٧٩:٢٨]وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَىٰهَا [٧٩:٢٩]وَٱلْأَرْضَ بَعْدَ ذَ‌ٰلِكَ دَحَىٰهَآ [٧٩:٣٠]
Terjemahan bebas: Ayat 27: Apakah kalian ciptaan lebih berat atau langit? Dia yang membangun langit. Ayat 28: Dia tinggikan atapnya dan sempurnakannya. Ayat 29: Dan menjadikan gelap malamnya dan terangkan siangnya. Ayat 30: Dan bumi sesudah itu Dia bentangkan.

Langit dan bumi terpisah dalam QS 41:11 (Al Quran surat Fussilat [dijelaskan detail] ayat 11)
ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ وَهِىَ دُخَانٌۭ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ٱئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًۭا قَالَتَآ أَتَيْنَا طَآئِعِينَ [٤١:١١]
Terjemahan bebas: Kemudian Dia mengokohkan langit dan dia (langit) adalah segumpal asap. Kemudian Dia berkata kepada dia (langit) dan kepada bumi: “Kalian berdua datanglah dengan patuh atau tidak rela!” Kemudian keduanya berkata: “Kami datang dengan patuh.”

Langit dan bumi bersatu dalam QS 21:30 (Al Quran surat Al Anbiyâ’ [nabi-nabi] ayat 30)
أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًۭا فَفَتَقْنَـٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ [٢١:٣٠]
Terjemahan bebas: Dan tidak melihatkah mereka yang menutup (kebenaran) bahwa sesungguhnya langit dan bumi keduanya asalnya satu? Kemudian Kami pisahkan keduanya. Dan Kami jadikan dari air segala yang hidup. Kemudian akankah mereka mengimaninya?

ULASAN

Dalam ayat-ayat ini tidak ada perbandingan mana dulu yang diciptakan apakah bumi atau langit.

Pada QS 2:29 Al Quran menginformasikan bahwa setelah menciptakan apa-apa yang ada di bumi kemudian menyempurnakan langit. Bukan berarti menyempurnakan adalah menciptakan dari awal, dari tiada menjadi ada. Perhatikan QS 41:11, langit dalam keadaan berupa segumpal asap. Tidak diketahui sejak kapan dalam keadaan begitu. Dengan demikian, hal ini tidak menunjukkan bahwa bumi lebih dulu tercipta.

Pada QS 79:27-30 Al Quran menginformasikan bahwa setelah membangun langit kemudian membentangkan bumi. Bukan berarti membentangkan adalah menciptakan dari awal, dari tiada menjadi ada. Dengan demikian tidak diketahui mana yang lebih dulu diciptakan. Langit atau bumi?

Pada QS 21:30 Al Quran menginformasikan bahwa langit dan bumi berasal dari satu entitas (ratqan, رتقًا), kemudian Allah memisahkan keduanya. Pada QS 41:11, setelah penciptaan bumi pada QS 41:9, langit dalam keadaan berupa segumpal asap. Berarti dalam hal ini menunjukkan bahwa langit dan bumi sama-sama diciptakan sebagai satu entitas kemudian dipisahkan sehingga ditemukan dalam keadaan berupa segumpal asap pada saat QS 41:11.

Saturday, June 27, 2015

Berapa lama penciptaan alam semesta?



14. Berapa harikah masa Penciptaan? Bila anda menjumah hari penciptaan dlm Qs.41:9 (4 hari), Qs.41:10 (2 hari) dan Qs.41 :12 (2 hari), maka total hari Penciptaan adalah 8 hari.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.7:54, Qs.10:3, Qs.11:7 dan Qs.25:59 jelas menyebutkan bahwa Allah Muslim menciptakan langit dan bumi adalah dalam waktu 6 hari.
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 64 pertentangan.


15. Cepat atau lambatkah Penciptaan itu? Allah Muslim menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari (Qs.7:54, Qs.10:3, Qs.11 :7 dan Qs.25:59).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim mencipta secara “spontan” dan langsung jadi (Qs.2:117).
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 68 pertentangan.


Bumi 2 hari dalam QS 41:9 (Al Quran surat Fussilat [dijelaskan detail] ayat 9)

قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَرْضَ فِى يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُۥٓ أَندَادًۭا ۚ ذَ‌ٰلِكَ رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ [٤١:٩]
Terjemahan bebas: Katakanlah: “Apakah kalian akan mengingkari Dia yang menciptakan bumi dalam dua hari? Dan kalian jadikan bagiNya tandingan yang setara dengannya? Dia itulah Rabb alam semesta.

Bumi 4 hari dalam QS 41:10 (Al Quran surat Fussilat [dijelaskan detail] ayat 10)
وَجَعَلَ فِيهَا رَوَ‌ٰسِىَ مِن فَوْقِهَا وَبَـٰرَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَآ أَقْوَ‌ٰتَهَا فِىٓ أَرْبَعَةِ أَيَّامٍۢ سَوَآءًۭ لِّلسَّآئِلِينَ [٤١:١٠]
Terjemahan bebas: Dan Dia menjadikan di dalamnya hal-hal yang kokoh dari bagian atasnya dan Dia memberkati di dalamnya dan dia menetapkan ukuran di dalamnya dan menempatkan persediannya dalam empat hari secara proporsional bagi yang membutuhkan.

QS 41:11 (Al Quran surat Fussilat [dijelaskan detail] ayat 11)
ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ وَهِىَ دُخَانٌۭ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ٱئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًۭا قَالَتَآ أَتَيْنَا طَآئِعِينَ [٤١:١١]
Terjemahan bebas: Kemudian Dia mengokohkan langit dan dia (langit) adalah segumpal asap. Kemudian Dia berkata kepada dia (langit) dan kepada bumi: “Kalian berdua datanglah dengan patuh atau tidak rela!” Kemudian keduanya berkata: “Kami datang dengan patuh.”

Langit 2 hari dalam QS 41:12 (Al Quran surat Fussilat [dijelaskan detail] ayat 12)
فَقَضَىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَـٰوَاتٍۢ فِى يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِى كُلِّ سَمَآءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِمَصَـٰبِيحَ وَحِفْظًۭا ۚ ذَ‌ٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ [٤١:١٢]
Terjemahan bebas: Kemudian Dia menyelesaikan mereka tujuh langit dalam dua hari dan Dia mewahyukan dalam setiap langit urusan dia (langit). Dan Kami hiasi langit dunia dengan pelita-pelita dan penjagaan. Itulah ketetapan yang perkasa yang mempunyai pengetahuan.

Langit dan bumi 6 hari dalam QS 7:54 (Al Quran surat Al A’râf [tempat yang ditinggikan] ayat 54)
إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًۭا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَ‌ٰتٍۭ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ [٧:٥٤]
Terjemahan bebas: Sesungguhnya Rabb kalian Allah, yaitu yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari kemudian kokoh atas kekuasaannya. Dia meliput siang dengan malam yang saling mengikuti secara terus menerus. Dan (Dia menciptakan) matahari dan bulan dan bintang-bintang sebagai yang hal-hal ditundukkan dengan perintahNya. Bukankah milikNya segala makhluk dan urusan? Terpujilah Allah Rabb alam semesta.

Langit dan bumi 6 hari dalam QS 10:3 (Al Quran surat Yûnus [Jonah] ayat 3)
إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۖ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ إِذْنِهِۦ ۚ ذَ‌ٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ [١٠:٣]
Terjemahan bebas: Sesungguhnya Rabb kalian Allah, yaitu yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari kemudian kokoh atas kekuasaannya. Dia terus menerus mengatur urusan. Tidak ada yang menjadi pelindung kecuali sesudah ada ijinNya. Itulah Allah Rabb kalian. Maka menghambalah kepadaNya. Apakah kalian tidak mengingat (Allah)?

Langit dan bumi 6 hari dalam QS 11:7 (Al Quran surat Hûd [nama nabi bukan anak Israel] ayat 7)
وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ وَكَانَ عَرْشُهُۥ عَلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًۭا ۗ وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِنۢ بَعْدِ ٱلْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ مُّبِينٌۭ [١١:٧]
Terjemahan bebas: Dan Dia yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. KekuasanNya di atas air untuk Dia menguji kalian, yang mana di antara kalian yang perbuatannya terbaik. Dan jika kamu katakan: “Sesungguhnya kalian adalah orang-roang yang dibangkitkan setelah mati.” Mereka yang menutup (kebenaran) akan berkata: “Ini hanyalah sihir yang nyata.”

Langit dan bumi 6 hari dalam QS 25:59 (Al Quran surat Al Furqân [pembeda] ayat 59)
ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۚ ٱلرَّحْمَـٰنُ فَسْـَٔلْ بِهِۦ خَبِيرًۭا [٢٥:٥٩]
Terjemahan bebas: yaitu Dia yang menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari kemudian Dia kokoh di atas kekuasaannya. Yang penyayang. Maka memohonlah padaNya yang mengetahui.

Selain ayat di atas masih ada lagi yang menyatakan bahwa langit dan bumi serta apa-apa yang ada di antara keduanya diciptakan dalam enam hari. QS 32:4, QS 50:38 dan 57:4.

Langit dan bumi instan dalam QS 2:117 (Al Quran surat Al Baqarah [sapi betina] ayat 117)
بَدِيعُ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًۭا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ [٢:١١٧]
Terjemahan bebas: (Dialah yang memulai) Penciptaan langit dan bumi. Dan ketika Dia telah menetapkan perintah, maka Dia hanyalah akan mengatakan kepadanya: “Jadi!” Maka jadilah dia.
 
ULASAN

Sebelum membicarakan Al Quran lebih lanjut, tahukah anda bagaimana suatu proyek dapat diselesaikan secara optimal? Salah satunya adalah dengan penjadwalan yang baik seperti menggunakan metoda project scheduling. Siapa yang lebih mengetahui, pengguna metoda skeduling atau Sang Pencipta si pengguna? Jika cara berpikir sekuensial,  mungkin banyak proyek yang akan terbengkalai. Apalagi, ini proyek menciptakan alam semesta. Tentu banyak yang dapat dikerjakan simultan dan yang mengerjakannya Sang Pencipta sendiri.

Jika berpikir secara sekuensial memang betul 2 + 4 + 2 = 8. Perhatikan, kosa kata yang digunakan. Kata khalaqa (خلق) artinya menciptakan dari sesuatu yang tidak ada.  Kata ja’ala (جعل) artinya menjadikan dari yang tidak ada atau mengubah yang ada ke bentuk lain. Kata lain yang digunakan adalah qadha (قضى) artinya menyelesaikan.

Selanjutnya, kita inventarisasikan pekerjaan-pekerjaan yang ada sehubungan penciptaan alam semesta dari mulai hingga selesai. 1) Menciptakan bumi. 2) Menjadikan gunung di permukaan bumi. 3) Memberkati bumi. 4) Menetapkan apa saja yang ada di bumi sesuai dengan ukurannya. 5) Mengisi bumi dengan fasilitas-fasilitas bagi penghuninya. 6) Mengokohkan langit. 7) Memanggil langit dan bumi. 8) Menyelesaikan 7 langit. 9) Mewahyukan urusan setiap langit. 10) Bersama malaikat menghiasi langit dunia.

Kemudian perhatikan kata-kata sambung yang digunakan. Wa (و) artinya “dan” yang tidak tergantung kepada urutan dengan pekerjaan sebelumnya. Fa (ف) artinya “dan kemudian” yang urutannya segera setelah pekerjaan sebelumnya dimulai. Tsumma (ثمّ) artinya “kemudian” yang urutannya ada jeda dengan awal pekerjaan sebelumnya. Jika diurut maka susunannya adalah pekerjaan 1) menciptakan bumi, kemudian pekerjaan 6) mengokohkan langit, kemudian segera pekerjaan 7) memanggil langit dan bumi. Kita tidak tahu kapan mulainya pekerjaan 8) menyelesaikan 7 langit karena yang diinformasikan adalah akhirnya.

Pekerjaan 1) selesai dalam 2 hari. Pekerjaan 2), 3), 4) dan 5) selesai dalam 4 hari yang bisa saja dimulai sesaat ketika pekerjaan 1) dimulai dan tidak harus menunggu pekerjaan itu selesai. Pekerjaan 6) dan 7) tidak diketahui berapa lama sehingga tidak diketahui kapan berakhirnya. Pekerjaan 8) selesai dalam 2 hari tetapi tidak diketahui kapan dimulainya, yang diketahui hanya berakhirnya. Pekerjaan 9) dan 10) tidak diketahui berapa lama, kapan mulai dan kapan berakhir.

Dengan demikian tidak ada pertentangan antara lamanya pekerjaan-pekerjaan itu diselesaikan dengan alokasi waktunya yang 6 hari karena ada sebagian pekerjaan yang dikerjakan secara simultan dengan pekerjaan lain.

Sedangkan pada QS 2:117 tidak menerangkan bahwa langit dan bumi diciptakan secara instan. Seandainya Allah menghendaki maka hal itu mudah saja. Demikian yang dimaksud dengan ayat ini. Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari adalah untuk mengajarkan kepada manusia tentang artinya suatu proses dan bagaimana berlangsungnya. Jika Allah menghendaki, buat apa juga menciptakan manusia yang selalu membangkang terhadap perintahNya?