Friday, November 27, 2015

Siapa yang menyesatkan manusia?



43.. Siapakah yg menyesatkan manusia? Setan (Qs.4:119-120, 5:42 ).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim berwenang untuk menyesatkan manusia/siapa saja yg dikehendakiNya untuk disesatkan (Qs.4:88).
Suatu bencana datangnya berasal dari sisi Allah Muslim (Qs.4:78).
Jadi, disini sudah ada 4 ayat yg saling pertentangan. Total sudah ada 184 pertentangan.


Setan yang menyesatkan manusia dalam QS 4:119-120 (Al Quran surat An Nisâ’ [wanita-wanita] ayat 119-120)
وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ ٱلْأَنْعَـٰمِ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيْطَـٰنَ وَلِيًّۭا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًۭا مُّبِينًۭا [٤:١١٩]يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ ۖ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ إِلَّا غُرُورًا [٤:١٢٠]
Terjemahan bebas: ayat 119: (Setan berkata) “Dan akan kubuat mereka sesat dan akan kubangkitkan angan-angan kosong mereka dan akan kuperintahkan mereka agar menyobek telinga hewan-hewan ternak mereka dan akan kuperintahkan mereka agar mengubah ciptaan Allah.” Dan barangsiapa mengambil setan sebagai pelindungnya selain Allah, maka sesungguhnya telah dia rugikan dirinya serugi-ruginya. Ayat 120: Dia menjanjikan dan dia membangkitkan angan-angan kosong, dan tidaklah setan menjanjikan kecuali hanya kesia-siaan.

 Setan yang menyesatkan manusia dalam QS 5:42 (Al Quran surat Al Mâidah [meja perjamuan] ayat 42)
سَمَّـٰعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّـٰلُونَ لِلسُّحْتِ ۚ فَإِن جَآءُوكَ فَٱحْكُم بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ ۖ وَإِن تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَن يَضُرُّوكَ شَيْـًۭٔا ۖ وَإِنْ حَكَمْتَ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِٱلْقِسْطِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ [٥:٤٢]
Terjemahan bebas: Orang-orang yang selalu memperturuti kebohongan yang serakah akan perbuatan terlarang. Kemudian jika mereka mendatangimu, maka tetapkan hukum di antara mereka atau abaikan mereka. Dan jika kamu abaikan mereka, maka hal itu tidak akan mencelakai kamu. Dan jika kamu tetapkan hukum di antara mereka, maka hukumlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat adil.

Allah Muslim berwenang untuk menyesatkan manusia/siapa saja yg dikehendakiNya untuk disesatkan dalam QS 4:88 (Al Quran surat An Nisâ’ [wanita-wanita] ayat 88)
فَمَا لَكُمْ فِى ٱلْمُنَـٰفِقِينَ فِئَتَيْنِ وَٱللَّهُ أَرْكَسَهُم بِمَا كَسَبُوٓا۟ ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَهْدُوا۟ مَنْ أَضَلَّ ٱللَّهُ ۖ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ سَبِيلًۭا [٤:٨٨]
 Terjemahan bebas: Maka ada apa dengan (sikap) kalian dalam menghadapi orang-orang yang bermuka dua menjadi terbelah? Dan Allah telah membalikkan apa-apa yang mereka upayakan. Akankah kalian menginginkan untuk memberi petunjuk kepada yang Allah sesatkan? Dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka dia tidak akan menemukan jalan.

Suatu bencana datangnya berasal dari sisi Allah Muslim dalam QS 4:78 (Al Quran surat An Nisâ’ [wanita-wanita] ayat 78)
أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍۢ مُّشَيَّدَةٍۢ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌۭ يَقُولُوا۟ هَـٰذِهِۦ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۭ يَقُولُوا۟ هَـٰذِهِۦ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّۭ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ فَمَالِ هَـٰٓؤُلَآءِ ٱلْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًۭا [٤:٧٨]
Terjemahan bebas: Di manapun kalian berada, maut menghampiri kalian, meskipun kalian berada di benteng yang diperkuat. Dan jika kebaikan menimpa mereka, mereka akan berkata: “Hal ini dari sisi Allah.” Dan jika keburukan menimpa mereka, mereka akan berkata: “Hal ini dari sisi kamu.” Katakanlah: “Segalah sesuatu dari sisi Allah. Maka berpalinglah dari suatu kaum yang mereka itu  sukar sekali diberi pengertian dengan kata-kata.”

ULASAN

Saya tidak mengerti apa yang dimaksud oleh penuduh dengan menampilkan ayat-ayat ini. Jika ingin membicarakan perkara siapa yang menyesatkan lihat posting sebelumnya: Allah menyesatkan manusia? Adapun QS 4:119 adalah modus operandi setan, yaitu: memberi petunjuk yang sesat (membisikkan ide yang seolah-olah benar), memberikan fatamorgana (impian hidup abadi di dunia), menyuruh ritual di luar tuntunan agama, dan menyuruh untuk mengubah ciptaan Allah (misal operasi plastik kecantikan). Padahal apa yang setan janjikan setelah manusia terjebak modus operandi tersebut tidak akan terpenuhi.

Manusia diberi kebebasan untuk memilih sebagaimana dinyatakan dalam QS 18:29 (Al Quran surat Al Kahf [gua] ayat 29
وَقُلِ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَن شَآءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَآءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ إِنَّآ أَعْتَدْنَا لِلظَّـٰلِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِن يَسْتَغِيثُوا۟ يُغَاثُوا۟ بِمَآءٍۢ كَٱلْمُهْلِ يَشْوِى ٱلْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ ٱلشَّرَابُ وَسَآءَتْ مُرْتَفَقًا [١٨:٢٩]
Terjemahan bebas: Katakanlah: “Kebenaran sejati adalah dari Rabb kalian.” Kemudian barangsiapa yang menghendaki, maka berimanlah! Dan barangsiapa yang menghendaki, maka tutuplah (diri dari kebenaran)! Sesungguhnya Kami telah mempersiapkan bagi orang-orang yang aniaya suatu api yang seperti dinding dan atap kemah yang mengurung mereka. Dan jika mereka kehausan, akan disediakan air yang bagaikan tembaga meleleh yang menghanguskan wajah. Sungguh minuman yang mengenaskan dan pembaringan yang menyiksa.

Dengan ayat ini Al Quran menginformasikan bahwa kebenaran sejati selalu ditampakkan kepada setiap manusia. Silahkan pilih: mau beriman atau mau kafir. Setiap pilihan ada konsekuensi yang harus ditanggung sendiri.

Mari perhatikan seperti apa manusia yang disesatkan oleh setan dalam QS 36:60-62 (Al Quran surat Yâsîn [huruf yâ’ dan huruf sîn] ayat 60-62)
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا۟ ٱلشَّيْطَـٰنَ ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ [٣٦:٦٠]وَأَنِ ٱعْبُدُونِى ۚ هَـٰذَا صِرَ‌ٰطٌۭ مُّسْتَقِيمٌۭ [٣٦:٦١]وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلًّۭا كَثِيرًا ۖ أَفَلَمْ تَكُونُوا۟ تَعْقِلُونَ [٣٦:٦٢]
Terjemahan bebas: ayat 60: Belumkah Aku peringatkan kepada kalian, wahai anak-anak Adam, bahwa janganlah kalian menghamba kepada setan? Sesungguhnya dia itu adalah musuh yang nyata. Ayat 61: Menghambalah kepadaKu! Inilah jalan yang lurus. Ayat 62: Dan sungguh dia (setan) telah menyesatkan banyak generasi dari kalian. Maka apakah kalian masih juga belum menggunakan akal?

Pada cuplikan ini Al Quran memperingatkan bahwa jalan yang lurus adalah hanya menghamba kepada Allah semata. Jika anak-anak Adam menghamba kepada setan, maka sama halnya dengan menyerah kepada musuh. Pada gilirannya, musuh akan menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Manusia sendiri yang mau dijebak oleh setan. Padahal peringatan sudah jelas. Apakah dengan peringatan yang jelas ini manusia telah lupa atau pura-pura belum tahu? Apakah demikian bodohnya manusia sehingga tidak memahami peringatan ini? Apakah manusia lebih condong mengikuti hawa nafsunya dibandingkan dengan tunduk kepada perintah Allah?

Sedangkan QS 4:78 tidak ada hubungannya dengan kesesatan. Kematian adalah ketetapan Allah dan bukanlah bencana. Jika ingin membicarakan perkara bencana lihat posting sebelumnya: Siapa sumber malapetaka?

Wednesday, November 25, 2015

Jin dan manusia diciptakan untuk masuk neraka?



42. Jin dan manusia, apakah diciptakan untuk menyembah Allah Muslim atau neraka? Jin dan manusia diciptakan hanya untuk melayani Allah Muslim ( Qs.51:56).
Hal ini bertentangan dengan:
Jin dan Manusia, beberapa di antara mereka diciptakan untuk menempati neraka jahanam (Qs.7:179).
Jadi, disini sudah ada 1 pertentangan, jadi total sudah ada 180 pertentangan.


Jin dan manusia diciptakan hanya untuk melayani Allah Muslim dalam QS 51:56 (Al Quran surat Ad Dzariyât [angin yang berhembus] ayat 56)
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ [٥١:٥٦]
Terjemahan bebas: Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menghamba kepadaKu.

Jin dan Manusia, beberapa di antara mereka diciptakan untuk menempati neraka jahanam dalam QS 7:179 (Al Quran surat Al A’râf [tempat yang ditinggikan] ayat 179)
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌۭ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌۭ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌۭ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَـٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَـٰفِلُونَ [٧:١٧٩]
Terjemahan bebas: Dan sesungguhnya Kami telah memperbanyak bagi Gehenna dari golongan jin dan golongan manusia. Mereka punya hati yang tidak mereka gunakan untuk dapat memahami, dan mereka punya mata yang tidak mereka gunakan untuk melihat, dan mereka punya telinga yang tidak mereka gunakan untuk mendengar. Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan mereka menyesatkan dirinya. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

ULASAN

Pada QS 51:56 Al Quran menginformasikan bahwa Allah menciptakan (khalaqa, خلق) jin dan manusia untuk menghamba kepadaNya. Di sini digunakan kata mencipta yang artinya membuat suatu yang baru.

Berbeda dengan malaikat, hewan atau makhluk bernyawa lainnya, jin dan manusia diberikan anugrah yang lengkap berupa pendengaran, penglihatan dan hati nurani. Malaikat dan hewan tidak dilengkapi dengan itu sehingga mereka selalu patuh kepada perintah Allah. Sedangkan, jin dan manusia dengan fasilitas yang diberikan mempunyai kebebasan untuk memilih: patuh atau membangkang.

Perhatikan QS 67:23-24 (Al Quran surat Al Mulk [kerajaan] ayat 23-24)
قُلْ هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۖ قَلِيلًۭا مَّا تَشْكُرُونَ [٦٧:٢٣]قُلْ هُوَ ٱلَّذِى ذَرَأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ [٦٧:٢٤]
Terjemahan bebas: Ayat 23: Katakanlah: “Dia yang memproduksi kalian dan menjadikan bagi kalian pendengaran, dan penglihatan, dan intelektualitas. (Akan tetapi) sedikit dari kalian yang berterima kasih (atas anugerah yang diberikan).” Ayat 24: Katakanlah: “Dia yang memperbanyak kalian di bumi dan kepada Dia kalian akan dikumpulkan.”

Pada QS 67:23 digunakan kata ansya’a (أنشأ) yang artinya menghasilkan, menghidupkan atau menumbuh kembangkan sehingga sering diterjemahkan sebagai mencipta. Selanjutnya, jin dan manusia dilengkapi dengan pendengaran (untuk menangkap fenomena yang ada di sekitar), penglihatan (untuk mencari tahu tujuan hidupnya) dan hati nurani (untuk menyelaraskan fenomena dengan tujuan) sehingga dia dapat memilih jalan hidup yang sesuai baginya. Di ujung ayat ini dikatakan sedikit sekali yang berterima kasih, artinya sedikit sekali yang menggunakan fasilitas yang telah diberikan sesuai dengan peruntukannya, atau malah tidak digunakan sama sekali.

Pada QS 67:24 dan QS 7:179 digunakan kata dzara’a (ذرأ) yang artinya menghasilkan, melipatgandakan, atau menabur benih sehingga kadang diterjemahkan menjadi mencipta. Makin banyak jin dan manusia, seharusnya makin banyak pelajaran yang dapat diambil sebagai teladan agar dapat memilih mana yang buruk dan mana yang baik. Dengan demikian, Allah tidak menciptakan jin dan manusia untuk langsung menjadi penghuni neraka. Perhatikan urutan fasilitas pada QS 7:179 Hati nurani, penglihatan dan pendengaran. Hal ini mengindikasikan bahwa hati nurani yang paling bertanggung jawab atas jalan yang akan diambil. Jin dan manusia selama waktu hidupnya diberi kesempatan untuk bebas memilih terlebih dulu, mana akhir yang akan ditujunya sesuai dengan fasilitas yang diberikan kepadanya. Makin banyak yang memilih untuk menyesatkan dirinya, makin banyak yang menjadi penghuni neraka.

Sunday, November 22, 2015

Meminum khamr itu baik atau jahat?



41. Khamar (Arak): Baik atau Jahat? Meminum Khamar ( Arak) adalah perbuatan setan/iblis (Qs.5:90, 2:219).
Hal ini bertentangan dengan:
Di sorga tersedia sungai-sungai dari khamar/arak (Qs.47:15).
Di sorga tersedia sungai-sungai dari khamar/arak (Qs.83:22-25) .
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 179 pertentangan.



Meminum Khamar ( Arak) adalah perbuatan setan/iblis dalam QS 5:90 (Al Quran surat Al Mâidah [meja perjamuan] ayat 90)
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَـٰمُ رِجْسٌۭ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَـٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [٥:٩٠]
Terjemahan bebas: Wahai mereka yang beriman sesungguhnya khamr, berjudi, berhala dan meramal nasib hanyalah perbuatan berdosa (,yaitu) bagian dari pekerjaan setan. Maka hindarilah dia, mudah-mudahan kalian sukses.

Meminum Khamar ( Arak) adalah perbuatan setan/iblis dalam 2:219 (Al Quran surat Al Baqarah [sapi betina] ayat 219)
يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌۭ كَبِيرٌۭ وَمَنَـٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَ‌ٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَـٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ [٢:٢١٩]
Terjemahan bebas: Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang khamr dan berjudi. Katakanlah: “Dalam keduanya ada dosa besar dan manfaat bagi manusia. Dan dosa pada keduanya lebih besar dari manfaat keduanya.” Dan mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka belanjakan (di jalan Allah). Katakanlah: “Kelebihan (dari keperluan kalian sehari-hari).” Begitulah Allah menjelaskan bagi kalian tanda-tanda, mudah-mudahan kalian memikirkan.

Di sorga tersedia sungai-sungai dari khamar/arak dalam QS 47:15 (Al Quran surat Muhammad ayat 15)
مَّثَلُ ٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَآ أَنْهَـٰرٌۭ مِّن مَّآءٍ غَيْرِ ءَاسِنٍۢ وَأَنْهَـٰرٌۭ مِّن لَّبَنٍۢ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُۥ وَأَنْهَـٰرٌۭ مِّنْ خَمْرٍۢ لَّذَّةٍۢ لِّلشَّـٰرِبِينَ وَأَنْهَـٰرٌۭ مِّنْ عَسَلٍۢ مُّصَفًّۭى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَ‌ٰتِ وَمَغْفِرَةٌۭ مِّن رَّبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَـٰلِدٌۭ فِى ٱلنَّارِ وَسُقُوا۟ مَآءً حَمِيمًۭا فَقَطَّعَ أَمْعَآءَهُمْ [٤٧:١٥]
Terjemahan bebas: Gambaran surga yang dijanjikan bagi yang takut (terhadap Allah), di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak tercemar, dan sungai-sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai dari khamr yang memberi kenyamanan bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang bening. Dan bagi mereka di dalamnya ada berbagai macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka. Samakah dengan siapa yang menghuni neraka dan dicekoki air mendidih yang kemudian memotong-motong usus mereka?

Di sorga tersedia sungai-sungai dari khamar/arak dalam QS 83:22-25 (Al Quran surat Al Muthaffifin [orang-orang yang curang] ayat 22-25)
إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيمٍ [٨٣:٢٢]عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ [٨٣:٢٣]تَعْرِفُ فِى وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ ٱلنَّعِيمِ [٨٣:٢٤]يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍۢ مَّخْتُومٍ [٨٣:٢٥]
 Terjemahan bebas: Ayat 22: Sesungguhnya orang-orang yang berbakti akan berada dalam kenikmatan. Ayat 23: Di atas dipan-dipan mereka saling berpandangan. Ayat 24: Terlihat di wajah-wajah mereka keceriaan atas kenikmatan. Ayat 25: Mereka disajikan minuman menyegarkan yang awet tersimpan.

Manusia selama hidup di dunia selalu dihadapkan dengan pilihan: balasan atas perbuatan baik dan dosa atas perbuatan buruk yang harus ditanggungnya sampai dengan hari kiamat. Setiap orang beragama yang ingin masuk surga tentu berusaha menanggung beban dosa yang seringan-ringannya, walaupun balasan perbuatan baiknya cuma sedikit. Pada QS 5:90 Al Quran menginformasikan bahwa mengkonsumsi khamr adalah “rijs” (رجس) suatu perbuatan yang berpotensi dihukum (artinya berdosa) yaitu bagian dari pekerjaan setan. Mengapa demikian? Lihat kelanjutannya pada QS 5:91:
إِنَّمَا يُرِيدُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ ٱلْعَدَ‌ٰوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ فِى ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَعَنِ ٱلصَّلَوٰةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ [٥:٩١]
Terjemahan bebas: Setan hanyalah menginginkan kejatuhan di antara kalian dalam permusuhan dan kebencian melalui khamr dan berjudi, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan dari mendirikan shalat. Tidakkah kalian dapat menahan diri?

Pada QS 5:91 Al Quran menggambarkan akibat-akibat mengkonsumsi khamr dan berjudi selama hidup di dunia sehingga Islam menetapkannya sebagai dosa besar. Beban sosial dari keduanya sangat besar, yaitu menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara manusia. Tidak perlu dibicarakan di sini karena sudah banyak sekali studi mengenai hal ini. Bagi muslim akibat yang sangat fatal adalah lupa akan Allah dan tidak menunaikan kewajiban untuk shalat, hal yang sudah pasti akan menjerumuskan muslim masuk neraka.

Karena Al Quran sudah menetapkan bahwa mengkonsumsi khamr ada suatu dosa besar di dalamnya, maka seorang muslim dengan maksimal berusaha menghindarinya. Pada hari pengadilan, jika timbangan dosanya ringan, maka dengan kasih sayang Allah dia diputuskan masuk surga.

Berbeda dengan di dunia, setelah hari pengadilan, seseorang sudah tidak lagi dibebani pilihan berbuat baik atau berbuat dosa. Karena tersedia di surga , tidak ada salahnya untuk menikmati khamr. Perhatikan, pada QS 47:15 Al Quran menginformasikan bahwa selain fasilitas yang tersedia bagi penghuni surga, disebutkan juga adanya ampunan dari Rabb mereka. Artinya, dosa apapun yang dilakukan seperti di dunia, maka di surga dosa itu akan selalu diampuni.

Lagi pula, semua minuman yang disajikan di surga tidak membuat seseorang sakit kepala atau mabuk, lihat QS Al Wâqi’ah [keguncangan] 56:18-19. Dengan demikian, minuman penghuni surga tidak mengakibatkan orang berbuat dosa. Sedangkan bagi orang yang berada di neraka, perbuatan baik sebanyak apapun tidak akan meringankan siksaannya.

Wednesday, November 18, 2015

Orang kristen masuk surga?



39. Apakah orang2 Kristen/Nasrani akan ke sorga? Ya (Qs.2:62, Qs.5:69)
Hal ini bertentangan dengan:
Orang2 Kristen/Nasrani tidak akan ke sorga (Qs.3:85).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 173 pertentangan.


Orang2 Kristen/Nasrani akan ke sorga dalam QS 2:62 (Al Quran surat Al Baqarah [sapi betina] ayat 62):
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ وَٱلصَّـٰبِـِٔينَ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَعَمِلَ صَـٰلِحًۭا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ [٢:٦٢]
Terjemahan bebas: Sesungguhnya mereka yang beriman dan mereka yang beragama yahudi dan orang-orang kristen, orang-orang Saba’, yaitu siapa saja beriman kepada Allah dan hari akhir dan melakukan perbuatan-perbuatan baik, maka bagi mereka balasan mereka di sisi Rabb mereka, dan tidak ada kekhawatiran atas mereka dan mereka bersusah hati.

Orang2 Kristen/Nasrani akan ke sorga  dalam QS 5:69 (Al Quran surat Al Mâidah [meja perjamuan] ayat 69)
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلصَّـٰبِـُٔونَ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَعَمِلَ صَـٰلِحًۭا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ [٥:٦٩]
Terjemahan bebas: Sesungguhnya mereka yang beriman dan mereka yang beragama yahudi dan orang-orang Saba’ dan orang-orang Kristen, yaitu siapa saja beriman kepada Allah dan hari akhir dan melakukan perbuatan baik, maka tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidaklah mereka bersedih hati.

Orang2 Kristen/Nasrani tidak akan ke sorga dalam QS 3:85 (Al Quran surat Ali ‘Imrân [keluarga Amram] ayat 85)
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَـٰمِ دِينًۭا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ [٣:٨٥]
Terjemahan bebas: Dan barangsiapa mencari agama selain penyerahan diri (kepada Allah), maka dia tidak akan diterima (amalan) darinya dan dia di akhirat bagian dari orang-orang yang merugi.

ULASAN

Pada QS 2:62 Al Quran menginformasikan bahwa siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan melakukan perbuatan baik, maka perbuatan baiknya itu akan dibalas oleh Rabb mereka, dan tidak ada kekhawatiran dan tidak bersusah hati. Pada QS 5:69, tanpa informasi balasan dari Rabb mereka. Pada kedua ayat ini tidak membicarakan surga sebagai balasannya. Tidak ada informasi bahwa setelah melakukan hal-hal baik seseorang akan mendapat balasan surga.

Seorang muslim percaya bahwa orang yang masuk surga adalah semata-mata kasih sayang Allah kepada seorang hamba yang Dia kehendaki. Jadi tidak ada jaminan bahwa seorang yang beragama islam otomatis masuk surga. Agar seorang muslim dapat masuk surga, dia berusaha agar mendapat kasih sayang Allah dengan cara semata-mata menghamba kepada Allah dan tidak mempersekutukanNya, kemudian mengerjakan yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarang sebagaimana diterangkan dalam pokok-pokok ajaran Islam. Karena memasukkan seseorang ke surga adalah hak Allah, maka seorang kristen bisa saja masuk surga. Masalah iman adalah masalah keyakinan seseorang di dalam hatinya. Kita tidak tahu apakah di dalam hati orang tersebut ada keyakinan semata-mata menghamba kepada Allah ataukah masih ada kecenderungan mempersekutukanNya. Sebagai muslim, saya hanya berdoa agar seorang kristen mendapat petunjuk Allah sehingga sebelum ajal dapat bertobat agar masuk surga, walaupun dalam KTP nya belum islam.

Pada QS 3:85 Al Quran menginformasikan bahwa jika seseorang mencari-cari keselamatan di luar penyerahan diri kepada Allah, maka perbuatan baik sebanyak apapun tidak akan diterima dan di akhirat dia termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi. Hal ini juga berlaku bagi seseorang yang menyatakan dirinya muslim, jika dia masih belum total menyerahkan dirinya kepada Allah. Sebagai contoh, dia masih suka pergi ke dukun untuk menanyakan nasibnya. Sekali lagi dalam ayat ini juga tidak membicarakan masuk surga.

Tuesday, November 17, 2015

Siapa yang menanggung dosa?



37. Siapakah yg menderita akibat dari konsekuensi dosa? Alquran menyatakan bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap dosa yg diperbuatnya masing2 ( Qs.17:13-15, 53:38-42).
Hal ini bertentangan dengan:
Anehnya, Alquran menyalahkan orang2 Yahudi pada zaman Mhd karena dosa yang telah mereka lakukan 2000 tahun sebelumnya oleh orang2 Yahudi ketika menyembah Patung berhala Lembu Emas (Qs.7:152).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 170 pertentangan.


setiap orang bertanggung jawab terhadap dosa yg diperbuatnya masing2 dalam QS 17:13-15 (Al Quran surat Al Isrâ’ [perjalanan malam] ayat 13-15)
وَكُلَّ إِنسَـٰنٍ أَلْزَمْنَـٰهُ طَـٰٓئِرَهُۥ فِى عُنُقِهِۦ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ كِتَـٰبًۭا يَلْقَىٰهُ مَنشُورًا [١٧:١٣]ٱقْرَأْ كِتَـٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ ٱلْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًۭا [١٧:١٤]مَّنِ ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌۭ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًۭا [١٧:١٥]
Terjemahan bebas: Ayat 13: Dan bagi setiap manusia Kami lekatkan perbuatannya dalam lehernya, dan Kami perlihatkan baginya pada hari kiamat sebagai suatu catatan terbuka yang dapat dia lihat. Ayat 14: “Bacalah catatan kamu yang cukup sebagai perhitungan atas diri kamu pada hari ini.” Ayat 15: Barangsiapa mendapat petunjuk, maka dia hanyalah menujuki bagi dirinya. Dan barangsiapa tersesat, maka dia hanyalah menyesatkan atas dirinya. Dan Tidak ada yang memikul beban yang dibebankan kepada orang lain. Dan Tidaklah Kami menyiksa (suatu kaum) sampai Kami bangkitkan seorang utusan (bagi kaum itu).

setiap orang bertanggung jawab terhadap dosa yg diperbuatnya masing2 dalam QS 53:38-42 (Al Quran surat An Najm [bintang] ayat 38-42)
أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌۭ وِزْرَ أُخْرَىٰ [٥٣:٣٨]وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَـٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ [٥٣:٣٩]وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ [٥٣:٤٠]ثُمَّ يُجْزَىٰهُ ٱلْجَزَآءَ ٱلْأَوْفَىٰ [٥٣:٤١]وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلْمُنتَهَىٰ [٥٣:٤٢]
Terjemahan bebas: Ayat 38: Tidaklah dia memikul beban yang dibebankan kepada orang lain. Ayat 39: Dan bahwa bukanlah bagi seorang manusia kecuali apa-apa yang dia usahakan. Ayat 40: Bahwa sesungguhnya yang dia usahakan akan dilihatnya. Ayat 41: Kemudian dia dibalas penuh dengan balasannya. Ayat 42: Dan bahwa sesungguhnya batasannya terserah kepada Rabb kamu.

Alquran menyalahkan orang2 Yahudi pada zaman Mhd karena dosa yang telah mereka lakukan 2000 tahun sebelumnya oleh orang2 Yahudi ketika menyembah Patung berhala Lembu Emas dalam QS 7:152 (Al Quran surat Al A’râf [tempat yang ditinggikan] ayat 152)
إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌۭ مِّن رَّبِّهِمْ وَذِلَّةٌۭ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَكَذَ‌ٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُفْتَرِينَ [٧:١٥٢]
Terjemahan bebas: Sesungguhnya mereka yang mengambil anak sapi akan mendapat murka dari Rabb mereka, dan kehinaan dalam kehidupan dunia. Dan Begitulah Kami membalas orang-orang yang mempermainkan (agama).

ULASAN

Saya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan pertentangan QS 17:13-15 dan QS 53:38-42 di satu pihak, dan dengan QS 7:152 di lain pihak. Yang pertama adalah salah satu prinsip keimanan dalam islam yang sudah dimengerti oleh si penuduh. Sedangkan yang kedua adalah cuplikan kisah yang terjadi ketika Musa (as) menemukan kaumnya menyembah anak sapi. Dalam hal ini tidak ada hubungannya dengan orang-orang yahudi yang hidup kemudian di jaman Muhammad SAW. Apa yang tertulis di QS 7:152 berlaku bagi siapa saja. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka akan ada murka, baik yahudi, kristen maupun muslim. Cuplikan yang sama juga diceritakan dalam Kitab Keluaran 32:10.

QS 17:13 sungguh menarik. Rekaman dari seluruh perbuatan manusia disimpan di lehernya yang nanti akan diputar kembali pada hari pembalasan ketika menimbang antara kebaikan dan dosa. Ibaratnya seperti rekaman CCTV yang disimpan dalam suatu file. Nanti pada saat diperlukan, file itu dapat dibuka sehingga peristiwanya dapat diputar kembali. Analogi semacam ini tentunya belum terbayangkan oleh manusia 14 abad lampau. Tantangan bagi manusia modern adalah dengan pikiran terbuka memecahkan misteri yang dimaksud dengan “melekatkan perbuatannya di leher” sehingga dapat menemukan rekaman peristiwa yang dialami seorang manusia. Bukan malah membuat tuduhan baru: Tuhannya muslim itu bodoh menempelkan perbuatan seseorang di lehernya, kok tidak terlihat? Allah maha kuasa atas segala hal. Sekiranya Dia mau, perkara ini sudah Dia informasikan kepada manusia zaman dulu. Akan tetapi, dengan ayat ini, Dia ingin menguji keimanan manusia. Secara berangsur-angsur Dia tambahkan ilmu kepada manusia sehingga baru manusia modern yang mengerti bagaimana cara kerjanya. Apakah dengan pengungkapan ini manusia mau beriman?

Sunday, November 15, 2015

Firman Allah dapat diganti?



35. Apakah ayat2 Alquran/Firman Allah dapat diganti? Firman Allah adalah sempurna dalam kebenaran dan keadilan dan tiada seorangpun yg dapat mengganti Firman Allah ( Qs.6:115).
Hal ini bertentangan dengan:
Nyata-nyatanya Allah Muslim dan Muhammad juga mempertimbangan bahwa perlu juga untuk mengganti beberapa kalimat (Firman) Allah dengan yg lebih baik ( Qs.2:106, Qs.16:101).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 166 pertentangan.


Firman Allah adalah sempurna dalam kebenaran dan keadilan dan tiada seorangpun yg dapat mengganti Firman Allah dalam QS 6:115 (Al Quran surat Al An’âm [hewan ternak] ayat 115)
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًۭا وَعَدْلًۭا ۚ لَّا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـٰتِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ [٦:١١٥]
Terjemahan bebas: Dan kalimat Rabb kamu telah sempurna sebagai suatu kebenaran dan keadilan. Tidak ada yang dapat mengganti bagi kalimat-kalimatNya. Dan Dia mendengar mengetahui.

Tambahan dalam QS 10:64 (Al Quran surat Yunus [Jonah] ayat 64):
لَهُمُ ٱلْبُشْرَىٰ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَـٰتِ ٱللَّهِ ۚ ذَ‌ٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ [١٠:٦٤]
Terjemahan bebas: Bagi mereka kabar gembira dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada pergantian bagi kalimat-kalimat Allah. Itulah dia, kesuksesan yang agung.

Tambahan dalam QS 6:34 (Al Quran surat Al An’aam [hewan ternak] ayat 34):
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌۭ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُوا۟ عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا۟ وَأُوذُوا۟ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـٰتِ ٱللَّهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِن نَّبَإِى۟ ٱلْمُرْسَلِينَ [٦:٣٤]
Terjemahan bebas: Dan sungguh utusan-utusan sebelum kamu (Muhammad) telah ditolak (pekabaran dari mereka). Kemudian mereka bersabar atas penolakan dan siksaan sampai pertolongan Kami datang kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengganti bagi kalimat-kalimat Allah. Dan sungguh telah datang kepada kamu berita tentang orang-orang yang diutus itu.

Allah Muslim dan Muhammad juga mempertimbangan bahwa perlu juga untuk mengganti beberapa kalimat (Firman) Allah dengan yg lebih baik dalam QS 2:106 (Al Quran surat Al Baqarah [sapi betina] ayat 106)
مَا نَنسَخْ مِنْ ءَايَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍۢ مِّنْهَآ أَوْ مِثْلِهَآ ۗ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ [٢:١٠٦]
Terjemahan bebas: Apa-apa yang telah Kami hapus dari ayat atau yang telah Kami jadikan (manusia) lupa akan dia (ayat),   Kami datangkan yang lebih baik dari dia (ayat) atau yang setara dengan dia (ayat). Tidakkah kamu mengetahui bahwa Allah atas segala sesuatu sangat berkuasa?

Allah Muslim dan Muhammad juga mempertimbangan bahwa perlu juga untuk mengganti beberapa kalimat (Firman) Allah dengan yg lebih baik dalam QS 16:101 (Al Quran surat An Nahl [lebah] ayat 101)
وَإِذَا بَدَّلْنَآ ءَايَةًۭ مَّكَانَ ءَايَةٍۢ ۙ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُنَزِّلُ قَالُوٓا۟ إِنَّمَآ أَنتَ مُفْتَرٍۭ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ [١٦:١٠١]
Terjemahan bebas: Dan ketika Kami gantikan suatu ayat dengan ayat lain, dan Allah lebih mengetahui atas apa-apa yang diturunkan berangsur-angsur, mereka berkata: “Kamu hanyalah seorang yang ngarang-ngarang.” Justru kebanyakan mereka tidak mengetahui.

ULASAN

Tidak perlu diterangkan lagi ayat-ayat di atas karena sudah dimengerti maksudnya. Yang menjadi persoalan adalah penuduh belum dapat membedakan antara kalimat dan ayat. Keduanya disamakan sebagai firman atau perkataan. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda. Adapun tentang kalimat (كلمة), arti harfiahnya adalah "kata" (word), bukan sebagai "kalimat" (sentence) dalam bahasa Indonesia. Kalimat dapat diartikan juga sebagai ketetapan. Suatu ketetapan tidak pernah berubah. Jika Allah sudah menetapkan suatu urusan, maka sejak itu sampai selama-lamanya urusan itu tidak akan berubah. Salah satu ketetapan Allah tentang manusia adalah perjalanan manusia. Setelah dihidupkan ke dunia, manusia akan dimatikan. Setelah itu akan dibangkitkan, dan setelah itu akan ditimbang perbuatan baik dan buruknya. Jika baik maka akan tinggal di surga dan jika buruk akan tinggal di neraka. Berlaku untuk selama-lamanya. Urusan ini sudah ditetapkan Allah sebelum manusia itu ada. Sudah ada ratusan bahkan ribuan nabi yang diutus ke dunia, misinya tetap sama yaitu menyampaikan kalimat Allah yang tidak pernah ada penggantian.

Sedangkan ayat (ءاية) dalam bahasa arab dapat diterjemahkan sebagai ayat secara harfiah yaitu: bagian suatu dari pasal, bagian dari suatu surat, atau baris dari suatu puisi. Akan tetapi ayat juga bisa berarti tanda, simbol atau alamat. Informasi yang dimaksud dalam QS 2:106 dan QS 16:101 bisa saja tentang ayat dalam Al Quran dan bisa tentang simbol kebesaran Allah.

Harus diakui bahwa telah terjadi pergantian ayat dalam Al Quran. Perhatikan, sebelum wahyu terakhir turun, QS 5:3 (Al Quran surat [meja perjamuan] ayat 3) berbunyi seperti ini:
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةُ وَٱلدَّمُ وَلَحْمُ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ وَٱلْمُنْخَنِقَةُ وَٱلْمَوْقُوذَةُ وَٱلْمُتَرَدِّيَةُ وَٱلنَّطِيحَةُ وَمَآ أَكَلَ ٱلسَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى ٱلنُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُوا۟ بِٱلْأَزْلَـٰمِ ۚ ذَ‌ٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ فَمَنِ ٱضْطُرَّ فِى مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍۢ لِّإِثْمٍۢ ۙ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ [٥:٣]
Terjemahan bebas: Terlarang bagi kalian (untuk mengkonsumsi): bangkai, dan darah, dan daging babi, dan apa-apa yang disembelih tidak dengan nama Allah, dan (yang mati) tercekik, dan (yang mati) dipukul, dan (yang mati) dijatuhkan, dan (yang mati) disiksa, dan yang dimakan binatang liar kecuali jika kalian sempat menyembelihnya, dan (yang mati) dikorbankan (di altar), dan yang dibagikan dengan undian dengan anak panah. Hal-hal semacam itu tidak layak bagi kalian. Kemudian barangsiapa yang terpaksa dalam kelaparan bukan cenderung berbuat dosa (, hal tersebut diperbolehkan), maka sesungguhnya Allah itu penuh pengampunan dan kasih sayang.

Setelah wahyu terakhir turun, maka wahyu terakhir itu kemudian disisipkan di tengah-tengah ayat QS 5:3 di atas sehingga susunannya menjadi sebagai berikut:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةُ وَٱلدَّمُ وَلَحْمُ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ وَٱلْمُنْخَنِقَةُ وَٱلْمَوْقُوذَةُ وَٱلْمُتَرَدِّيَةُ وَٱلنَّطِيحَةُ وَمَآ أَكَلَ ٱلسَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى ٱلنُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُوا۟ بِٱلْأَزْلَـٰمِ ۚ ذَ‌ٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ ٱلْيَوْمَ يَئِسَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَٱخْشَوْنِ ۚ ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَـٰمَ دِينًۭا ۚ فَمَنِ ٱضْطُرَّ فِى مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍۢ لِّإِثْمٍۢ ۙ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ [٥:٣]
Terjemahan bebas: Terlarang bagi kalian (untuk mengkonsumsi): bangkai, dan darah, dan daging babi, dan apa-apa yang disembelih tidak dengan nama Allah, dan (yang mati) tercekik, dan (yang mati) dipukul, dan (yang mati) dijatuhkan, dan (yang mati) mati disiksa, dan yang dimakan binatang liar kecuali jika kalian sempat menyembelihnya, dan (yang mati) dikorbankan (di altar), dan yang dibagikan dengan undian dengan anak panah. Hal-hal semacam itu tidak layak bagi kalian. Pada hari ini orang-orang yang menutup (kebenaran) telah berputus asa atas agama kalian, maka janganlah takut kepada mereka, melainkan takutlah kepadaKu. Dan telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku genapkan atas kalian nikmatKu, dan Aku suka bagi kalian penyerahan diri sebagai agama kalian. Kemudian barangsiapa yang terpaksa dalam kelaparan bukan cenderung berbuat dosa (, hal tersebut diperbolehkan), maka sesungguhnya Allah itu penuh pengampunan dan kasih sayang.

Saya tidak tahu mengapa wahyu terakhir tersebut yang membicarakan masalah sempurnanya keimanan, kemudian disisipkan ke dalam ayat yang membicarakan masalah konsumsi. Sebagai muslim, hal ini saya terima sebagai ketetapan Allah yang tidak berubah. Saya tidak akan membahas hal semacam ini karena setiap orang akan membuat penafsiran yang berbeda-beda, yang pasti ada pelajaran tersendiri yang harus direnungkan agar menambah keimanan.

Jika ayat diartikan sebagai tanda atau simbol, maka perhatikan perihal kelahiran ‘Isa (as). Al Quran menginformasikan bahwa peristiwa ini adalah simbol kekuasaan Allah sebagaimana dinyatakan dalam QS 23:50 (Al Quran surat Al Mu’minûn [orang-orang beriman] ayat 50).
وَجَعَلْنَا ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥٓ ءَايَةًۭ وَءَاوَيْنَـٰهُمَآ إِلَىٰ رَبْوَةٍۢ ذَاتِ قَرَارٍۢ وَمَعِينٍۢ [٢٣:٥٠]
Terjemahan bebas: Dan Kami jadikan anak Maria dan ibunya sebagai simbol. Dan kami berikan kepada keduanya perlindung di tanah yang tinggi dengan kenyamanan dilengkapi mata air.

Mengapa demikian? Pada masa menjelang kelahirannya orang sudah tidak taat lagi menjalankan hukum-hukum Musa (as), cenderung kepada hal-hal yang keduniaan, atau mengikuti ajaran berhala. Orang sudah lupa bagaimana dulu nenek moyang mereka diciptakan. Untuk itulah Allah membuat peristiwa yang menggemparkan dengan kelahiran ‘Isa (as), seorang anak tanpa ayah biologis. Orang-orang yahudi menjadi resah, ada yang sadar kemudian kembali taat mengikuti hukum-hukum Musa (as), ada yang malah menyangkal peristiwa ini, dan ada juga menganggap peristiwa ini sebagai suatu keajaiban sehingga disimpulkan bahwa bayi yang lahir itu adalah anak Tuhan. Padahal peristiwa ini adalah ayat kekuasaan Allah. Dengan ini, manusia diingatkan kembali tentang penciptaan Adam (as). Peristiwa mana yang lebih besar? Kelahiran ‘Isa (as) tanpa ayah biologis atau penciptaan Adam (as) tanpa ayah dan tanpa ibu biologis? Semua hal itu mudah bagi Allah karena Allah kuasa atas segala sesuatu.

Saturday, November 14, 2015

Fir'aun selamat dan menjadi muslim?



34. Tentang Raja Firaun: Apakah Raja Firaun menjadi Muslim atau menolak menjadi Muslim? Raja Firaun bertobat (menjadi Muslim) dan diselamatkan.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.4:18 mencatat bahwa “Tidaklah tobat itu (diterima Allah Muslim) dari orang2 yg mengerjakan kejahatan…dst. .” Dengan kata lain, Raja Firaun tidak mungkin menjadi Muslim dan bertobat.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 164 pertentangan.

40. Apakah Raja Firaun tenggelam di laut atau selamat ketika mengejar nabi Musa dan umat Israel? Raja Firaun selamat (Qs.10:92).
Hal ini bertentangan dengan:
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.28:40).
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.17:103).
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.43:55)..
Jadi, disini sudah ada 3 pertentangan ayat yg saling bertentangan, jadi total sudah ada 176 pertentangan.


Firaun menjadi muslim dan selamat dalam QS 10:90-92 (Al Quran surat Yûnus [Jonah] ayat 90-92)
وَجَـٰوَزْنَا بِبَنِىٓ إِسْرَ‌ٰٓءِيلَ ٱلْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُۥ بَغْيًۭا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَدْرَكَهُ ٱلْغَرَقُ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱلَّذِىٓ ءَامَنَتْ بِهِۦ بَنُوٓا۟ إِسْرَ‌ٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ [١٠:٩٠]ءَآلْـَٔـٰنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ [١٠:٩١]فَٱلْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ ءَايَةًۭ ۚ وَإِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلنَّاسِ عَنْ ءَايَـٰتِنَا لَغَـٰفِلُونَ [١٠:٩٢]
Terjemahan bebas: Ayat 90: Dan Kami seberangkan anak-anak Israel di laut, kemudian mengikuti mereka Pharaoh dan bala tentaranya dengan penuh kebencian dan permusuhan sampai ketika dia menyadari akan tenggelam. Dia berkata: “Aku beriman. Sesungguhnya tidak ada ilâh selain Dia yang diimani anak-anak Israel. Dan aku bagian dari orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Allah).” Ayat 91: (dikatakan kepada Pharaoh) “Kenapa baru sekarang? Dan sesungguhnya dulu kamu melawan dan kamu bagian dari orang-arang yang berbuat kerusakan.” Ayat 92: “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu agar menjadi tanda bagi siapa saja sesudahmu. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia lalai alan tanda-tanda Kami.”

Tidaklah tobat itu (diterima Allah Muslim) dari orang2 yg mengerjakan kejahatan dalam QS 4:18 (Al Quran surat An Nisâ’ [wanita-wanita] ayat 18)
وَلَيْسَتِ ٱلتَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ حَتَّىٰٓ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ إِنِّى تُبْتُ ٱلْـَٔـٰنَ وَلَا ٱلَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا [٤:١٨]
Terjemahan bebas: Dan tidaklah tobat diterima bagi mereka yang melakukan dosa-dosa sampai ketika seorang dari mereka yang menghadap maut berkata: “Sesungguhnya saya bertobat sekarang.”, dan tidak juga mereka yang akan mati. Dan (karena selama ini) mereka adalah orang yang selalu menutup (kebenaran). Bagi mereka itu telah kami siapkan siksaan yang pedih.

Raja Firaun tenggelam di laut dalam QS 28:40 (Al Quran surat Al Qashâsh [kisah-kisah] ayat 40)
فَأَخَذْنَـٰهُ وَجُنُودَهُۥ فَنَبَذْنَـٰهُمْ فِى ٱلْيَمِّ ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلظَّـٰلِمِينَ [٢٨:٤٠]
Terjemahan bebas: Dan Kami cengkeram dia dan bala tentaranya, kemudian kami lempar ke laut. Maka perhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang aniaya.

Raja Firaun tenggelam di laut dalam QS 17:103 (Al Quran surat Al Isrâ’ [perjalanan malam] ayat 103)
فَأَرَادَ أَن يَسْتَفِزَّهُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ فَأَغْرَقْنَـٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ جَمِيعًۭا [١٧:١٠٣]
Terjemahan bebas: Kemudian Dia bermaksud menghapus mereka dari muka bumi. Maka Kami tenggelamkan dia siapa dan saja yang bersamanya seluruhnya.

 Raja Firaun tenggelam di laut dalam QS 43:55 (Al Quran surat Az Zukhrûf [perhiasan] ayat 55)
فَلَمَّآ ءَاسَفُونَا ٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ أَجْمَعِينَ [٤٣:٥٥]
Terjemahan bebas: Kemudian mereka makin menjadi-jadi terhadap jatuhnya hukuman kami terhadap mereka. Maka Kami tenggelamkan mereka seluruhnya.

ULASAN

Tidak ada hal yang bertentangan pada ayat-ayat ini. Yang menyusun tuduhan hanya fokus pada kata-kata: muslim dan selamat sehingga lupa memperhatikan informasi yang lengkap.

Pada QS 10:90-92 Al Quran menginformasikan bahwa ketika maut sudah menjelang, baru Fir’aun menyatakan dirinya beriman. Hal ini sudah terlambat sebagaimana ketentuan dalam QS 4:18. Kemudian yang diselamatkan adalah badan Fir’aun, bukan nyawanya.

Pada QS 4:18 Al Quran menginformasikan bahwa tidak ada tobat yang diterima jika seorang pendosa bertobat pada saat menjelang kematian. Suatu penyesalan yang terlambat karena sudah terdesak dengan kematian. Jika orang itu bertobat dalam keadaan bebas tekanan dan sukarela, dosa sebesar apapun akan diterima dan kemudian dihapus hukumannya jika dia menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya.

Badan Pharaoh adalah salah satu tanda kekuasaan Allah dan bukti kebenaran ayat Al Quran (QS 10:92) ini. Jika punya kesempatan, silahkan kunjungi musium di Cairo, untuk melihat tubuh ini yang secara ilmiah sudah diuji bahwa ini tubuh Pharaoh yang tenggelam di laut. Sayangnya seperti sudah diduga oleh ayat ini, kebanyakan manusia lalai terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah bahkan meremehkannya.

Friday, November 13, 2015

Ibrahim menghancurkan berhala?



33. Apakah Ibrahim menghancurkan berhala-hala? Ya (Qs.21:51-59) .
Hal ini bertentangan dengan:
Ibrahim tidak menghancurkan berhala, tetapi berdiam diri dan meninggalkan para penyembah berhala tersebut (Qs.19:41-49, 6:74-83).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 163 pertentangan.


Ibrahim menghancurkan berhala dalam QS 21:51-59 (Al Quran surat Al Anbiyâ’ [nabi-nabi] ayat 51-59)
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَآ إِبْرَ‌ٰهِيمَ رُشْدَهُۥ مِن قَبْلُ وَكُنَّا بِهِۦ عَـٰلِمِينَ [٢١:٥١]إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَا هَـٰذِهِ ٱلتَّمَاثِيلُ ٱلَّتِىٓ أَنتُمْ لَهَا عَـٰكِفُونَ [٢١:٥٢]قَالُوا۟ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا لَهَا عَـٰبِدِينَ [٢١:٥٣]قَالَ لَقَدْ كُنتُمْ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُمْ فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ [٢١:٥٤]قَالُوٓا۟ أَجِئْتَنَا بِٱلْحَقِّ أَمْ أَنتَ مِنَ ٱللَّـٰعِبِينَ [٢١:٥٥]قَالَ بَل رَّبُّكُمْ رَبُّ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلَّذِى فَطَرَهُنَّ وَأَنَا۠ عَلَىٰ ذَ‌ٰلِكُم مِّنَ ٱلشَّـٰهِدِينَ [٢١:٥٦]وَتَٱللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَـٰمَكُم بَعْدَ أَن تُوَلُّوا۟ مُدْبِرِينَ [٢١:٥٧]فَجَعَلَهُمْ جُذَ‌ٰذًا إِلَّا كَبِيرًۭا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ [٢١:٥٨]قَالُوا۟ مَن فَعَلَ هَـٰذَا بِـَٔالِهَتِنَآ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ [٢١:٥٩]
Terjemahan bebas: Ayat 51: Dan sesungguhnya telah Kami datangkan petunjuk yang benar kepada Ibrahim dahulu kala, Dan Kami mengetahui dia (Ibrahim). Ayat: 52: (ingatlah) Ketika dia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Ada apa dengan patung-patung ini sehingga kalian memujanya?” ayat 53: Mereka berkata: “Kami mendapatkan bahwa bapak-bapak kami menghamba kepada mereka.” Ayat 54: Dia berkata: “Sesungguhnya kalian dan bapak-bapak kalian telah berada dalam kesesatan yang nyata.” Ayat 55: Mereka berkata: “Apakah kamu mendatangi kami dengan kebenaran ataukah kamu hanya main-main saja?” Ayat 56: Dia berkata: “Justru Rabb kalian  adalah Rabb langit dan bumi, yang menciptakan keduanya dan aku bersaksi atas hal-hal tersebut.” Ayat 57: “Dan demi Allah, aku mempunyai rencana terhadap berhala-berhala kalian setelah kalian berbalik meninggalkan tempat ini.” Ayat 58: Dan dia menjadikan mereka (patung-patung) berkeping-keping kecuali yang besar agar mereka (kaumnya) ketika kembali (melihat) kepada dia (patung yang besar). Ayat 59: Mereka berkata: “Siapa yang melakukan ini terhadap ilâh-ilâh kami? Sesungguhnya dia itu telah berbuat aniaya.”

Ibrahim tidak menghancurkan berhala, tetapi berdiam diri dan meninggalkan para penyembah berhala tersebut  dalam QS 19:41-49 (Al Quran surat Maryam [Maria] ayat 41-49)
وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَـٰبِ إِبْرَ‌ٰهِيمَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقًۭا نَّبِيًّا [١٩:٤١]إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَـٰٓأَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِى عَنكَ شَيْـًۭٔا [١٩:٤٢]يَـٰٓأَبَتِ إِنِّى قَدْ جَآءَنِى مِنَ ٱلْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَٱتَّبِعْنِىٓ أَهْدِكَ صِرَ‌ٰطًۭا سَوِيًّۭا [١٩:٤٣]يَـٰٓأَبَتِ لَا تَعْبُدِ ٱلشَّيْطَـٰنَ ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ كَانَ لِلرَّحْمَـٰنِ عَصِيًّۭا [١٩:٤٤]يَـٰٓأَبَتِ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يَمَسَّكَ عَذَابٌۭ مِّنَ ٱلرَّحْمَـٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَـٰنِ وَلِيًّۭا [١٩:٤٥]قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنْ ءَالِهَتِى يَـٰٓإِبْرَ‌ٰهِيمُ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَٱهْجُرْنِى مَلِيًّۭا [١٩:٤٦]قَالَ سَلَـٰمٌ عَلَيْكَ ۖ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّىٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ بِى حَفِيًّۭا [١٩:٤٧]وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَأَدْعُوا۟ رَبِّى عَسَىٰٓ أَلَّآ أَكُونَ بِدُعَآءِ رَبِّى شَقِيًّۭا [١٩:٤٨]فَلَمَّا ٱعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ ۖ وَكُلًّۭا جَعَلْنَا نَبِيًّۭا [١٩:٤٩]
Terjemahan bebas: Ayat 41: Dan ingatlah dalam Al Kitab (kisah tentang) Ibrahim. Sesungguhnya dia adalah nabi yang jujur. Ayat 42: (Ingatlah) ketika di berkata kepada bapaknya: “Wahai bapakku tercinta, tidak usahlah kamu menghamba kepada yang tidak akan mendengar dan tidak akan melihat dan tidak akan memperkaya kamu!” Ayat 43: “Wahai bapakku tercinta, sesungguhnya telah datang kepadaku pengetahuan yang belum sampai kepadamu, maka ikutilah aku sehingga aku memberimu petunjuk kepada jalan yang sempurna.” Ayat 44: “Wahai bapakku tercinta, jangan menghamba kepada setan. Sesungguhnya setan itu memberontak kepada Yang Penyayang.” Ayat 45: “Wahai bapakku tercinta, sesungguhnya aku khawatir terhadap siksaan dari Yang Penyayang akan menyentuhmu, maka setan tidak dapat menjadi pelindungmu.” Ayat 46: Dia (bapaknya) berkata: “Apakah kamu membenci ilâhku, wahai Ibrahim? Jika kamu tidak menahan dirimu, akan aku rajam kamu. Dan tinggalkan aku segera!” Ayat 47: Dia (Ibrahim) berkata: “Damai atasmu, akan aku mintakan ampun bagimu dari Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat mengenalku.” Ayat 48: “Dan aku akan berpisah dari kalian dan apa-apa yang kalian mohon kepada selain Allah. Dan aku akan memohon kepada Rabbku semoga aku, karena do’a kepada Rabbku ini, tidak menjadi orang yang tidak mendapat berkat.” Ayat 49: Kemudian ketika dia telah berpisah dari mereka dan apa-apa yang mereka sembah selain Allah, kami anugerahkan baginya Ishaq dan Ya’qub. Dan kami jadikan mereka nabi.

Ibrahim tidak menghancurkan berhala, tetapi berdiam diri dan meninggalkan para penyembah berhala tersebut  dalam QS 6:74-83 (Al Quran surat Al an’âm [hewan ternak] ayat 74-83)
وَإِذْ قَالَ إِبْرَ‌ٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً ۖ إِنِّىٓ أَرَىٰكَ وَقَوْمَكَ فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ [٦:٧٤]وَكَذَ‌ٰلِكَ نُرِىٓ إِبْرَ‌ٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ ٱلْمُوقِنِينَ [٦:٧٥]فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ ٱلَّيْلُ رَءَا كَوْكَبًۭا ۖ قَالَ هَـٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَآ أُحِبُّ ٱلْءَافِلِينَ [٦:٧٦]فَلَمَّا رَءَا ٱلْقَمَرَ بَازِغًۭا قَالَ هَـٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمْ يَهْدِنِى رَبِّى لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلضَّآلِّينَ [٦:٧٧]فَلَمَّا رَءَا ٱلشَّمْسَ بَازِغَةًۭ قَالَ هَـٰذَا رَبِّى هَـٰذَآ أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّآ أَفَلَتْ قَالَ يَـٰقَوْمِ إِنِّى بَرِىٓءٌۭ مِّمَّا تُشْرِكُونَ [٦:٧٨]إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضَ حَنِيفًۭا ۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ [٦:٧٩]وَحَآجَّهُۥ قَوْمُهُۥ ۚ قَالَ أَتُحَـٰٓجُّوٓنِّى فِى ٱللَّهِ وَقَدْ هَدَىٰنِ ۚ وَلَآ أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَشَآءَ رَبِّى شَيْـًۭٔا ۗ وَسِعَ رَبِّى كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ [٦:٨٠]وَكَيْفَ أَخَافُ مَآ أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُم بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ عَلَيْكُمْ سُلْطَـٰنًۭا ۚ فَأَىُّ ٱلْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِٱلْأَمْنِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ [٦:٨١]ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَـٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ [٦:٨٢]وَتِلْكَ حُجَّتُنَآ ءَاتَيْنَـٰهَآ إِبْرَ‌ٰهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَـٰتٍۢ مَّن نَّشَآءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌۭ [٦:٨٣]
Terjemahan bebas: Ayat 74: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya, Âzar: “Apakah kamu mengambil berhala-berhala sebagai ilâh? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” Ayat 75: Dan seperti itulah, Kami perlihatkan kepada Ibrahim kekuatan-kekuatan langit dan bumi dan agar dia menjadi orang yang yakin. Ayat 76: Kemudian ketika malam meliputi, dia melihat planet, dia berkata: “Inilah Rabbku.” Kemudian ketika dia (planet) terbenam, dia berkata: “Tidaklah aku menyukai yang tenggelam.” Ayat 77: Kemudian ketika dia bulan terbit, dia berkata: “Inilah Rabbku.” Kemudia ketika dia (bulan) terbenam, dia berkata: “Tidaklah Rabbku memberi petunjuk yang menjadikanku orang yang tersesat.” Ayat 78: Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Rabbku. Dia yang paling besar.” Kemudia ketika dia (matahari) terbenam, dia berkata: “Wahai kaumku, sesungguhnya aku pembuat dari apa-apa yang kalian persekutukan.” Ayat 79: “Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada yang menciptakan langit dan bumi dengan sebenar-benarnya. Dan aku bukanlah orang yang mempersekutukan.” Ayat 80: Dan  kaumnya mendebat dia. Dia berkata: “Apakah kalian mendebatku tentang Allah? Dan sesungguhnya Dia telah memberi petunjuk padaku. Dan tidaklah aku takut kepada apa yang kalian persekutukan dengan Dia, kecuali Rabbku menghendaki sesuatu yang lain. Sungguh luas Rabbku, Dia mengetahui segala hal. Apakah kalian tidak ingat itu?” Ayat 81: “Bagaimana aku harus takut kepada apa-apa yang kalian persekutukan denganNya dan sedangkan kalian tidak takut mempersekutukan Allah dengan apa-apa yang Dia sendiri tidak memberikan kewenangan atas kalian berbuat seperti itu? Maka jadilah kita dua golongan. Manakah yang lebih benar dengan pasti, jika kalian mengetahui?” Ayat 82: yaitu mereka yang beriman dan mereka tidak akan menutup iman mereka dengan perbuatan yang salah. Mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. Ayat 83: Dan Itu adalah alasan Kami yang kami sampaikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tingkatkan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Rabb kamu bijaksana mengetahui. Ayat 84: Dan Kami anugerahkan bagi dia Ishaq dan Ya’qub. Semuanya Kami beri petunjuk sebagaimana Kami beri petunjuk kepada Nuh sebelumnya. Dan dari keturunannya adalah Daud dan Sulaiman dan Ayub dan Yusuf dan Musa dan Harun. Dan seperti itulah Kami beri balasan bagi yang berbuat baik.

ULASAN:

Pada QS 21:51-59 Al Quran mengisahkan detail ketika Ibrahim (as) berhadapan dengan kaumnya ketika membicarakan patung (mungkin lokasinya di mana patung itu berada). Dia memberikan pelajaran kepada kaumnya bahwa berhala mereka tidak berdaya apa-apa. Karena cara berpikir mereka yang menuruti hawa nafsu, bukannya mereka sadar, mereka malah menghukum Ibrahim untuk dihukum bakar. Sebagaimana dapat dilihat pada ayat-ayat selanjutnya di QS 21:60-70.

Pada QS 6:74-83 Al Quran mengisahkan detail tentang perenungan Ibrahim (as) tentang siapa Rabb yang sebenarnya dan tidak membicarakan patung. Hal ini dia beritahukan kepada bapaknya dan kaumnya. Mereka bukannya menerima, malah kemudian mendebatnya.

Pada QS 19:41-49 Al Quran mengisahkan detail tentang pembicaraan pribadi Ibrahim (as) kepada bapaknya dan tidak membicarakan patung. Dia mengajak bapaknya untuk mengikuti ajarannya. Bukannya menerima ajakan, bapaknya malah mengusirnya pergi.

Selain Musa (as), nama Ibrahim adalah yang juga banyak disebut dalam Al Quran. Kisah tentang nabi ini tersebar di banyak surat dengan berbagai pokok masalah keimanan. Hal-hal yang disebut di atas adalah menceritakan masa mudanya di kampung halaman. Banyak kisah masa muda lainnya yang diinformasikan seperti berdebat dengan raja tentang tanda kekuasaan Rabbnya dalam QS 2:256, berdebat dengan kaumnya tentang apa kemampuan Rabbnya dalam QS 26:69-104 dan kisah lain-lainnya.

Berbeda dengan kitab suci sebelumnya, Al Quran tidak pernah mengisahkan ulang suatu detail pekerjaan manusia di ayat lain jika sudah diceritakan pada suatu ayat. Perhatikan salah satu contoh dari puluhan pengulangan detail dalam Perjanjian Lama dengan isi yang kontradiktif, yaitu antara 1 Tawarikh 18:4 dan 2 Samuel 8:4. Hal-hal yang selalu diulang oleh Al Quran adalah yang menyangkut pokok-pokok keimanan. Dengan demikian, kisah Ibrahim menghancurkan patung pada QS 21:51-59 tidak perlu lagi diceritakan di QS 6:74-83, QS 19:41-49, QS 2:256 atau QS 26:69-104. Lagi pula, pokok keimanan yang dibicarakan juga berbeda.