37. Siapakah yg menderita akibat dari konsekuensi dosa? Alquran menyatakan bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap dosa yg diperbuatnya masing2 ( Qs.17:13-15, 53:38-42).
Hal ini bertentangan dengan:
Anehnya, Alquran menyalahkan orang2 Yahudi pada zaman Mhd karena dosa yang telah mereka lakukan 2000 tahun sebelumnya oleh orang2 Yahudi ketika menyembah Patung berhala Lembu Emas (Qs.7:152).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 170 pertentangan.
setiap orang bertanggung jawab terhadap
dosa yg diperbuatnya masing2 dalam QS 17:13-15 (Al Quran surat Al Isrâ’
[perjalanan malam] ayat 13-15)
وَكُلَّ
إِنسَـٰنٍ أَلْزَمْنَـٰهُ طَـٰٓئِرَهُۥ فِى عُنُقِهِۦ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ كِتَـٰبًۭا يَلْقَىٰهُ مَنشُورًا [١٧:١٣]ٱقْرَأْ كِتَـٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ ٱلْيَوْمَ
عَلَيْكَ حَسِيبًۭا [١٧:١٤]مَّنِ
ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌۭ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًۭا [١٧:١٥]
Terjemahan bebas: Ayat 13: Dan bagi setiap
manusia Kami lekatkan perbuatannya dalam lehernya, dan Kami perlihatkan baginya
pada hari kiamat sebagai suatu catatan terbuka yang dapat dia lihat. Ayat
14: “Bacalah catatan kamu yang cukup sebagai perhitungan atas diri kamu pada
hari ini.” Ayat 15: Barangsiapa mendapat petunjuk, maka dia hanyalah
menujuki bagi dirinya. Dan barangsiapa tersesat, maka dia hanyalah menyesatkan atas
dirinya. Dan Tidak ada yang memikul beban yang dibebankan kepada orang
lain. Dan Tidaklah Kami menyiksa (suatu kaum) sampai Kami bangkitkan seorang utusan
(bagi kaum itu).
setiap orang bertanggung jawab terhadap
dosa yg diperbuatnya masing2 dalam QS 53:38-42 (Al Quran surat An Najm [bintang] ayat
38-42)
أَلَّا
تَزِرُ وَازِرَةٌۭ وِزْرَ أُخْرَىٰ [٥٣:٣٨]وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَـٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ [٥٣:٣٩]وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ [٥٣:٤٠]ثُمَّ يُجْزَىٰهُ ٱلْجَزَآءَ ٱلْأَوْفَىٰ [٥٣:٤١]وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلْمُنتَهَىٰ [٥٣:٤٢]
Terjemahan bebas: Ayat 38: Tidaklah dia
memikul beban yang dibebankan kepada orang lain. Ayat 39: Dan bahwa
bukanlah bagi seorang manusia kecuali apa-apa yang dia usahakan. Ayat 40: Bahwa
sesungguhnya yang dia usahakan akan dilihatnya. Ayat 41: Kemudian dia dibalas
penuh dengan balasannya. Ayat 42: Dan bahwa sesungguhnya batasannya
terserah kepada Rabb kamu.
Alquran menyalahkan orang2 Yahudi pada
zaman Mhd karena dosa yang telah mereka lakukan 2000 tahun sebelumnya oleh
orang2 Yahudi ketika menyembah Patung berhala Lembu Emas dalam QS 7:152 (Al Quran surat Al A’râf [tempat yang ditinggikan] ayat
152)
إِنَّ
ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌۭ مِّن رَّبِّهِمْ
وَذِلَّةٌۭ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُفْتَرِينَ [٧:١٥٢]
Terjemahan bebas: Sesungguhnya mereka yang
mengambil anak sapi akan mendapat murka dari Rabb mereka, dan kehinaan dalam
kehidupan dunia. Dan Begitulah Kami membalas orang-orang yang mempermainkan
(agama).
ULASAN
Saya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan
pertentangan QS 17:13-15 dan QS 53:38-42 di satu pihak, dan dengan QS 7:152 di
lain pihak. Yang pertama adalah salah satu prinsip keimanan dalam islam yang
sudah dimengerti oleh si penuduh. Sedangkan yang kedua adalah cuplikan kisah
yang terjadi ketika Musa (as) menemukan kaumnya menyembah anak sapi. Dalam hal
ini tidak ada hubungannya dengan orang-orang yahudi yang hidup kemudian di
jaman Muhammad SAW. Apa yang tertulis di QS 7:152 berlaku bagi siapa saja. Barangsiapa
mempersekutukan Allah, maka akan ada murka, baik yahudi, kristen maupun muslim.
Cuplikan yang sama juga diceritakan dalam Kitab Keluaran 32:10.
QS 17:13 sungguh menarik. Rekaman dari seluruh
perbuatan manusia disimpan di lehernya yang nanti akan diputar kembali pada
hari pembalasan ketika menimbang antara kebaikan dan dosa. Ibaratnya seperti
rekaman CCTV yang disimpan dalam suatu file. Nanti pada saat diperlukan, file
itu dapat dibuka sehingga peristiwanya dapat diputar kembali. Analogi semacam
ini tentunya belum terbayangkan oleh manusia 14 abad lampau. Tantangan bagi manusia
modern adalah dengan pikiran terbuka memecahkan misteri yang dimaksud dengan
“melekatkan perbuatannya di leher” sehingga dapat menemukan rekaman peristiwa
yang dialami seorang manusia. Bukan malah membuat tuduhan baru: Tuhannya muslim
itu bodoh menempelkan perbuatan seseorang di lehernya, kok tidak terlihat?
Allah maha kuasa atas segala hal. Sekiranya Dia mau, perkara ini sudah Dia
informasikan kepada manusia zaman dulu. Akan tetapi, dengan ayat ini, Dia ingin
menguji keimanan manusia. Secara berangsur-angsur Dia tambahkan ilmu kepada
manusia sehingga baru manusia modern yang mengerti bagaimana cara kerjanya.
Apakah dengan pengungkapan ini manusia mau beriman?