Sunday, November 15, 2015

Firman Allah dapat diganti?



35. Apakah ayat2 Alquran/Firman Allah dapat diganti? Firman Allah adalah sempurna dalam kebenaran dan keadilan dan tiada seorangpun yg dapat mengganti Firman Allah ( Qs.6:115).
Hal ini bertentangan dengan:
Nyata-nyatanya Allah Muslim dan Muhammad juga mempertimbangan bahwa perlu juga untuk mengganti beberapa kalimat (Firman) Allah dengan yg lebih baik ( Qs.2:106, Qs.16:101).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 166 pertentangan.


Firman Allah adalah sempurna dalam kebenaran dan keadilan dan tiada seorangpun yg dapat mengganti Firman Allah dalam QS 6:115 (Al Quran surat Al An’âm [hewan ternak] ayat 115)
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًۭا وَعَدْلًۭا ۚ لَّا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـٰتِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ [٦:١١٥]
Terjemahan bebas: Dan kalimat Rabb kamu telah sempurna sebagai suatu kebenaran dan keadilan. Tidak ada yang dapat mengganti bagi kalimat-kalimatNya. Dan Dia mendengar mengetahui.

Tambahan dalam QS 10:64 (Al Quran surat Yunus [Jonah] ayat 64):
لَهُمُ ٱلْبُشْرَىٰ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَـٰتِ ٱللَّهِ ۚ ذَ‌ٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ [١٠:٦٤]
Terjemahan bebas: Bagi mereka kabar gembira dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada pergantian bagi kalimat-kalimat Allah. Itulah dia, kesuksesan yang agung.

Tambahan dalam QS 6:34 (Al Quran surat Al An’aam [hewan ternak] ayat 34):
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌۭ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُوا۟ عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا۟ وَأُوذُوا۟ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـٰتِ ٱللَّهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِن نَّبَإِى۟ ٱلْمُرْسَلِينَ [٦:٣٤]
Terjemahan bebas: Dan sungguh utusan-utusan sebelum kamu (Muhammad) telah ditolak (pekabaran dari mereka). Kemudian mereka bersabar atas penolakan dan siksaan sampai pertolongan Kami datang kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengganti bagi kalimat-kalimat Allah. Dan sungguh telah datang kepada kamu berita tentang orang-orang yang diutus itu.

Allah Muslim dan Muhammad juga mempertimbangan bahwa perlu juga untuk mengganti beberapa kalimat (Firman) Allah dengan yg lebih baik dalam QS 2:106 (Al Quran surat Al Baqarah [sapi betina] ayat 106)
مَا نَنسَخْ مِنْ ءَايَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍۢ مِّنْهَآ أَوْ مِثْلِهَآ ۗ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ [٢:١٠٦]
Terjemahan bebas: Apa-apa yang telah Kami hapus dari ayat atau yang telah Kami jadikan (manusia) lupa akan dia (ayat),   Kami datangkan yang lebih baik dari dia (ayat) atau yang setara dengan dia (ayat). Tidakkah kamu mengetahui bahwa Allah atas segala sesuatu sangat berkuasa?

Allah Muslim dan Muhammad juga mempertimbangan bahwa perlu juga untuk mengganti beberapa kalimat (Firman) Allah dengan yg lebih baik dalam QS 16:101 (Al Quran surat An Nahl [lebah] ayat 101)
وَإِذَا بَدَّلْنَآ ءَايَةًۭ مَّكَانَ ءَايَةٍۢ ۙ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُنَزِّلُ قَالُوٓا۟ إِنَّمَآ أَنتَ مُفْتَرٍۭ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ [١٦:١٠١]
Terjemahan bebas: Dan ketika Kami gantikan suatu ayat dengan ayat lain, dan Allah lebih mengetahui atas apa-apa yang diturunkan berangsur-angsur, mereka berkata: “Kamu hanyalah seorang yang ngarang-ngarang.” Justru kebanyakan mereka tidak mengetahui.

ULASAN

Tidak perlu diterangkan lagi ayat-ayat di atas karena sudah dimengerti maksudnya. Yang menjadi persoalan adalah penuduh belum dapat membedakan antara kalimat dan ayat. Keduanya disamakan sebagai firman atau perkataan. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda. Adapun tentang kalimat (كلمة), arti harfiahnya adalah "kata" (word), bukan sebagai "kalimat" (sentence) dalam bahasa Indonesia. Kalimat dapat diartikan juga sebagai ketetapan. Suatu ketetapan tidak pernah berubah. Jika Allah sudah menetapkan suatu urusan, maka sejak itu sampai selama-lamanya urusan itu tidak akan berubah. Salah satu ketetapan Allah tentang manusia adalah perjalanan manusia. Setelah dihidupkan ke dunia, manusia akan dimatikan. Setelah itu akan dibangkitkan, dan setelah itu akan ditimbang perbuatan baik dan buruknya. Jika baik maka akan tinggal di surga dan jika buruk akan tinggal di neraka. Berlaku untuk selama-lamanya. Urusan ini sudah ditetapkan Allah sebelum manusia itu ada. Sudah ada ratusan bahkan ribuan nabi yang diutus ke dunia, misinya tetap sama yaitu menyampaikan kalimat Allah yang tidak pernah ada penggantian.

Sedangkan ayat (ءاية) dalam bahasa arab dapat diterjemahkan sebagai ayat secara harfiah yaitu: bagian suatu dari pasal, bagian dari suatu surat, atau baris dari suatu puisi. Akan tetapi ayat juga bisa berarti tanda, simbol atau alamat. Informasi yang dimaksud dalam QS 2:106 dan QS 16:101 bisa saja tentang ayat dalam Al Quran dan bisa tentang simbol kebesaran Allah.

Harus diakui bahwa telah terjadi pergantian ayat dalam Al Quran. Perhatikan, sebelum wahyu terakhir turun, QS 5:3 (Al Quran surat [meja perjamuan] ayat 3) berbunyi seperti ini:
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةُ وَٱلدَّمُ وَلَحْمُ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ وَٱلْمُنْخَنِقَةُ وَٱلْمَوْقُوذَةُ وَٱلْمُتَرَدِّيَةُ وَٱلنَّطِيحَةُ وَمَآ أَكَلَ ٱلسَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى ٱلنُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُوا۟ بِٱلْأَزْلَـٰمِ ۚ ذَ‌ٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ فَمَنِ ٱضْطُرَّ فِى مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍۢ لِّإِثْمٍۢ ۙ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ [٥:٣]
Terjemahan bebas: Terlarang bagi kalian (untuk mengkonsumsi): bangkai, dan darah, dan daging babi, dan apa-apa yang disembelih tidak dengan nama Allah, dan (yang mati) tercekik, dan (yang mati) dipukul, dan (yang mati) dijatuhkan, dan (yang mati) disiksa, dan yang dimakan binatang liar kecuali jika kalian sempat menyembelihnya, dan (yang mati) dikorbankan (di altar), dan yang dibagikan dengan undian dengan anak panah. Hal-hal semacam itu tidak layak bagi kalian. Kemudian barangsiapa yang terpaksa dalam kelaparan bukan cenderung berbuat dosa (, hal tersebut diperbolehkan), maka sesungguhnya Allah itu penuh pengampunan dan kasih sayang.

Setelah wahyu terakhir turun, maka wahyu terakhir itu kemudian disisipkan di tengah-tengah ayat QS 5:3 di atas sehingga susunannya menjadi sebagai berikut:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةُ وَٱلدَّمُ وَلَحْمُ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ وَٱلْمُنْخَنِقَةُ وَٱلْمَوْقُوذَةُ وَٱلْمُتَرَدِّيَةُ وَٱلنَّطِيحَةُ وَمَآ أَكَلَ ٱلسَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى ٱلنُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُوا۟ بِٱلْأَزْلَـٰمِ ۚ ذَ‌ٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ ٱلْيَوْمَ يَئِسَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَٱخْشَوْنِ ۚ ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَـٰمَ دِينًۭا ۚ فَمَنِ ٱضْطُرَّ فِى مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍۢ لِّإِثْمٍۢ ۙ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ [٥:٣]
Terjemahan bebas: Terlarang bagi kalian (untuk mengkonsumsi): bangkai, dan darah, dan daging babi, dan apa-apa yang disembelih tidak dengan nama Allah, dan (yang mati) tercekik, dan (yang mati) dipukul, dan (yang mati) dijatuhkan, dan (yang mati) mati disiksa, dan yang dimakan binatang liar kecuali jika kalian sempat menyembelihnya, dan (yang mati) dikorbankan (di altar), dan yang dibagikan dengan undian dengan anak panah. Hal-hal semacam itu tidak layak bagi kalian. Pada hari ini orang-orang yang menutup (kebenaran) telah berputus asa atas agama kalian, maka janganlah takut kepada mereka, melainkan takutlah kepadaKu. Dan telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku genapkan atas kalian nikmatKu, dan Aku suka bagi kalian penyerahan diri sebagai agama kalian. Kemudian barangsiapa yang terpaksa dalam kelaparan bukan cenderung berbuat dosa (, hal tersebut diperbolehkan), maka sesungguhnya Allah itu penuh pengampunan dan kasih sayang.

Saya tidak tahu mengapa wahyu terakhir tersebut yang membicarakan masalah sempurnanya keimanan, kemudian disisipkan ke dalam ayat yang membicarakan masalah konsumsi. Sebagai muslim, hal ini saya terima sebagai ketetapan Allah yang tidak berubah. Saya tidak akan membahas hal semacam ini karena setiap orang akan membuat penafsiran yang berbeda-beda, yang pasti ada pelajaran tersendiri yang harus direnungkan agar menambah keimanan.

Jika ayat diartikan sebagai tanda atau simbol, maka perhatikan perihal kelahiran ‘Isa (as). Al Quran menginformasikan bahwa peristiwa ini adalah simbol kekuasaan Allah sebagaimana dinyatakan dalam QS 23:50 (Al Quran surat Al Mu’minûn [orang-orang beriman] ayat 50).
وَجَعَلْنَا ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥٓ ءَايَةًۭ وَءَاوَيْنَـٰهُمَآ إِلَىٰ رَبْوَةٍۢ ذَاتِ قَرَارٍۢ وَمَعِينٍۢ [٢٣:٥٠]
Terjemahan bebas: Dan Kami jadikan anak Maria dan ibunya sebagai simbol. Dan kami berikan kepada keduanya perlindung di tanah yang tinggi dengan kenyamanan dilengkapi mata air.

Mengapa demikian? Pada masa menjelang kelahirannya orang sudah tidak taat lagi menjalankan hukum-hukum Musa (as), cenderung kepada hal-hal yang keduniaan, atau mengikuti ajaran berhala. Orang sudah lupa bagaimana dulu nenek moyang mereka diciptakan. Untuk itulah Allah membuat peristiwa yang menggemparkan dengan kelahiran ‘Isa (as), seorang anak tanpa ayah biologis. Orang-orang yahudi menjadi resah, ada yang sadar kemudian kembali taat mengikuti hukum-hukum Musa (as), ada yang malah menyangkal peristiwa ini, dan ada juga menganggap peristiwa ini sebagai suatu keajaiban sehingga disimpulkan bahwa bayi yang lahir itu adalah anak Tuhan. Padahal peristiwa ini adalah ayat kekuasaan Allah. Dengan ini, manusia diingatkan kembali tentang penciptaan Adam (as). Peristiwa mana yang lebih besar? Kelahiran ‘Isa (as) tanpa ayah biologis atau penciptaan Adam (as) tanpa ayah dan tanpa ibu biologis? Semua hal itu mudah bagi Allah karena Allah kuasa atas segala sesuatu.

Saturday, November 14, 2015

Fir'aun selamat dan menjadi muslim?



34. Tentang Raja Firaun: Apakah Raja Firaun menjadi Muslim atau menolak menjadi Muslim? Raja Firaun bertobat (menjadi Muslim) dan diselamatkan.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.4:18 mencatat bahwa “Tidaklah tobat itu (diterima Allah Muslim) dari orang2 yg mengerjakan kejahatan…dst. .” Dengan kata lain, Raja Firaun tidak mungkin menjadi Muslim dan bertobat.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 164 pertentangan.

40. Apakah Raja Firaun tenggelam di laut atau selamat ketika mengejar nabi Musa dan umat Israel? Raja Firaun selamat (Qs.10:92).
Hal ini bertentangan dengan:
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.28:40).
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.17:103).
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.43:55)..
Jadi, disini sudah ada 3 pertentangan ayat yg saling bertentangan, jadi total sudah ada 176 pertentangan.


Firaun menjadi muslim dan selamat dalam QS 10:90-92 (Al Quran surat Yûnus [Jonah] ayat 90-92)
وَجَـٰوَزْنَا بِبَنِىٓ إِسْرَ‌ٰٓءِيلَ ٱلْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُۥ بَغْيًۭا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَدْرَكَهُ ٱلْغَرَقُ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱلَّذِىٓ ءَامَنَتْ بِهِۦ بَنُوٓا۟ إِسْرَ‌ٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ [١٠:٩٠]ءَآلْـَٔـٰنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ [١٠:٩١]فَٱلْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ ءَايَةًۭ ۚ وَإِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلنَّاسِ عَنْ ءَايَـٰتِنَا لَغَـٰفِلُونَ [١٠:٩٢]
Terjemahan bebas: Ayat 90: Dan Kami seberangkan anak-anak Israel di laut, kemudian mengikuti mereka Pharaoh dan bala tentaranya dengan penuh kebencian dan permusuhan sampai ketika dia menyadari akan tenggelam. Dia berkata: “Aku beriman. Sesungguhnya tidak ada ilâh selain Dia yang diimani anak-anak Israel. Dan aku bagian dari orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Allah).” Ayat 91: (dikatakan kepada Pharaoh) “Kenapa baru sekarang? Dan sesungguhnya dulu kamu melawan dan kamu bagian dari orang-arang yang berbuat kerusakan.” Ayat 92: “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu agar menjadi tanda bagi siapa saja sesudahmu. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia lalai alan tanda-tanda Kami.”

Tidaklah tobat itu (diterima Allah Muslim) dari orang2 yg mengerjakan kejahatan dalam QS 4:18 (Al Quran surat An Nisâ’ [wanita-wanita] ayat 18)
وَلَيْسَتِ ٱلتَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ حَتَّىٰٓ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ إِنِّى تُبْتُ ٱلْـَٔـٰنَ وَلَا ٱلَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا [٤:١٨]
Terjemahan bebas: Dan tidaklah tobat diterima bagi mereka yang melakukan dosa-dosa sampai ketika seorang dari mereka yang menghadap maut berkata: “Sesungguhnya saya bertobat sekarang.”, dan tidak juga mereka yang akan mati. Dan (karena selama ini) mereka adalah orang yang selalu menutup (kebenaran). Bagi mereka itu telah kami siapkan siksaan yang pedih.

Raja Firaun tenggelam di laut dalam QS 28:40 (Al Quran surat Al Qashâsh [kisah-kisah] ayat 40)
فَأَخَذْنَـٰهُ وَجُنُودَهُۥ فَنَبَذْنَـٰهُمْ فِى ٱلْيَمِّ ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلظَّـٰلِمِينَ [٢٨:٤٠]
Terjemahan bebas: Dan Kami cengkeram dia dan bala tentaranya, kemudian kami lempar ke laut. Maka perhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang aniaya.

Raja Firaun tenggelam di laut dalam QS 17:103 (Al Quran surat Al Isrâ’ [perjalanan malam] ayat 103)
فَأَرَادَ أَن يَسْتَفِزَّهُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ فَأَغْرَقْنَـٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ جَمِيعًۭا [١٧:١٠٣]
Terjemahan bebas: Kemudian Dia bermaksud menghapus mereka dari muka bumi. Maka Kami tenggelamkan dia siapa dan saja yang bersamanya seluruhnya.

 Raja Firaun tenggelam di laut dalam QS 43:55 (Al Quran surat Az Zukhrûf [perhiasan] ayat 55)
فَلَمَّآ ءَاسَفُونَا ٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ أَجْمَعِينَ [٤٣:٥٥]
Terjemahan bebas: Kemudian mereka makin menjadi-jadi terhadap jatuhnya hukuman kami terhadap mereka. Maka Kami tenggelamkan mereka seluruhnya.

ULASAN

Tidak ada hal yang bertentangan pada ayat-ayat ini. Yang menyusun tuduhan hanya fokus pada kata-kata: muslim dan selamat sehingga lupa memperhatikan informasi yang lengkap.

Pada QS 10:90-92 Al Quran menginformasikan bahwa ketika maut sudah menjelang, baru Fir’aun menyatakan dirinya beriman. Hal ini sudah terlambat sebagaimana ketentuan dalam QS 4:18. Kemudian yang diselamatkan adalah badan Fir’aun, bukan nyawanya.

Pada QS 4:18 Al Quran menginformasikan bahwa tidak ada tobat yang diterima jika seorang pendosa bertobat pada saat menjelang kematian. Suatu penyesalan yang terlambat karena sudah terdesak dengan kematian. Jika orang itu bertobat dalam keadaan bebas tekanan dan sukarela, dosa sebesar apapun akan diterima dan kemudian dihapus hukumannya jika dia menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya.

Badan Pharaoh adalah salah satu tanda kekuasaan Allah dan bukti kebenaran ayat Al Quran (QS 10:92) ini. Jika punya kesempatan, silahkan kunjungi musium di Cairo, untuk melihat tubuh ini yang secara ilmiah sudah diuji bahwa ini tubuh Pharaoh yang tenggelam di laut. Sayangnya seperti sudah diduga oleh ayat ini, kebanyakan manusia lalai terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah bahkan meremehkannya.

Friday, November 13, 2015

Ibrahim menghancurkan berhala?



33. Apakah Ibrahim menghancurkan berhala-hala? Ya (Qs.21:51-59) .
Hal ini bertentangan dengan:
Ibrahim tidak menghancurkan berhala, tetapi berdiam diri dan meninggalkan para penyembah berhala tersebut (Qs.19:41-49, 6:74-83).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 163 pertentangan.


Ibrahim menghancurkan berhala dalam QS 21:51-59 (Al Quran surat Al Anbiyâ’ [nabi-nabi] ayat 51-59)
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَآ إِبْرَ‌ٰهِيمَ رُشْدَهُۥ مِن قَبْلُ وَكُنَّا بِهِۦ عَـٰلِمِينَ [٢١:٥١]إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَا هَـٰذِهِ ٱلتَّمَاثِيلُ ٱلَّتِىٓ أَنتُمْ لَهَا عَـٰكِفُونَ [٢١:٥٢]قَالُوا۟ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا لَهَا عَـٰبِدِينَ [٢١:٥٣]قَالَ لَقَدْ كُنتُمْ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُمْ فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ [٢١:٥٤]قَالُوٓا۟ أَجِئْتَنَا بِٱلْحَقِّ أَمْ أَنتَ مِنَ ٱللَّـٰعِبِينَ [٢١:٥٥]قَالَ بَل رَّبُّكُمْ رَبُّ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلَّذِى فَطَرَهُنَّ وَأَنَا۠ عَلَىٰ ذَ‌ٰلِكُم مِّنَ ٱلشَّـٰهِدِينَ [٢١:٥٦]وَتَٱللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَـٰمَكُم بَعْدَ أَن تُوَلُّوا۟ مُدْبِرِينَ [٢١:٥٧]فَجَعَلَهُمْ جُذَ‌ٰذًا إِلَّا كَبِيرًۭا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ [٢١:٥٨]قَالُوا۟ مَن فَعَلَ هَـٰذَا بِـَٔالِهَتِنَآ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ [٢١:٥٩]
Terjemahan bebas: Ayat 51: Dan sesungguhnya telah Kami datangkan petunjuk yang benar kepada Ibrahim dahulu kala, Dan Kami mengetahui dia (Ibrahim). Ayat: 52: (ingatlah) Ketika dia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Ada apa dengan patung-patung ini sehingga kalian memujanya?” ayat 53: Mereka berkata: “Kami mendapatkan bahwa bapak-bapak kami menghamba kepada mereka.” Ayat 54: Dia berkata: “Sesungguhnya kalian dan bapak-bapak kalian telah berada dalam kesesatan yang nyata.” Ayat 55: Mereka berkata: “Apakah kamu mendatangi kami dengan kebenaran ataukah kamu hanya main-main saja?” Ayat 56: Dia berkata: “Justru Rabb kalian  adalah Rabb langit dan bumi, yang menciptakan keduanya dan aku bersaksi atas hal-hal tersebut.” Ayat 57: “Dan demi Allah, aku mempunyai rencana terhadap berhala-berhala kalian setelah kalian berbalik meninggalkan tempat ini.” Ayat 58: Dan dia menjadikan mereka (patung-patung) berkeping-keping kecuali yang besar agar mereka (kaumnya) ketika kembali (melihat) kepada dia (patung yang besar). Ayat 59: Mereka berkata: “Siapa yang melakukan ini terhadap ilâh-ilâh kami? Sesungguhnya dia itu telah berbuat aniaya.”

Ibrahim tidak menghancurkan berhala, tetapi berdiam diri dan meninggalkan para penyembah berhala tersebut  dalam QS 19:41-49 (Al Quran surat Maryam [Maria] ayat 41-49)
وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَـٰبِ إِبْرَ‌ٰهِيمَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقًۭا نَّبِيًّا [١٩:٤١]إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَـٰٓأَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِى عَنكَ شَيْـًۭٔا [١٩:٤٢]يَـٰٓأَبَتِ إِنِّى قَدْ جَآءَنِى مِنَ ٱلْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَٱتَّبِعْنِىٓ أَهْدِكَ صِرَ‌ٰطًۭا سَوِيًّۭا [١٩:٤٣]يَـٰٓأَبَتِ لَا تَعْبُدِ ٱلشَّيْطَـٰنَ ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ كَانَ لِلرَّحْمَـٰنِ عَصِيًّۭا [١٩:٤٤]يَـٰٓأَبَتِ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يَمَسَّكَ عَذَابٌۭ مِّنَ ٱلرَّحْمَـٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَـٰنِ وَلِيًّۭا [١٩:٤٥]قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنْ ءَالِهَتِى يَـٰٓإِبْرَ‌ٰهِيمُ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَٱهْجُرْنِى مَلِيًّۭا [١٩:٤٦]قَالَ سَلَـٰمٌ عَلَيْكَ ۖ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّىٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ بِى حَفِيًّۭا [١٩:٤٧]وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَأَدْعُوا۟ رَبِّى عَسَىٰٓ أَلَّآ أَكُونَ بِدُعَآءِ رَبِّى شَقِيًّۭا [١٩:٤٨]فَلَمَّا ٱعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ ۖ وَكُلًّۭا جَعَلْنَا نَبِيًّۭا [١٩:٤٩]
Terjemahan bebas: Ayat 41: Dan ingatlah dalam Al Kitab (kisah tentang) Ibrahim. Sesungguhnya dia adalah nabi yang jujur. Ayat 42: (Ingatlah) ketika di berkata kepada bapaknya: “Wahai bapakku tercinta, tidak usahlah kamu menghamba kepada yang tidak akan mendengar dan tidak akan melihat dan tidak akan memperkaya kamu!” Ayat 43: “Wahai bapakku tercinta, sesungguhnya telah datang kepadaku pengetahuan yang belum sampai kepadamu, maka ikutilah aku sehingga aku memberimu petunjuk kepada jalan yang sempurna.” Ayat 44: “Wahai bapakku tercinta, jangan menghamba kepada setan. Sesungguhnya setan itu memberontak kepada Yang Penyayang.” Ayat 45: “Wahai bapakku tercinta, sesungguhnya aku khawatir terhadap siksaan dari Yang Penyayang akan menyentuhmu, maka setan tidak dapat menjadi pelindungmu.” Ayat 46: Dia (bapaknya) berkata: “Apakah kamu membenci ilâhku, wahai Ibrahim? Jika kamu tidak menahan dirimu, akan aku rajam kamu. Dan tinggalkan aku segera!” Ayat 47: Dia (Ibrahim) berkata: “Damai atasmu, akan aku mintakan ampun bagimu dari Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat mengenalku.” Ayat 48: “Dan aku akan berpisah dari kalian dan apa-apa yang kalian mohon kepada selain Allah. Dan aku akan memohon kepada Rabbku semoga aku, karena do’a kepada Rabbku ini, tidak menjadi orang yang tidak mendapat berkat.” Ayat 49: Kemudian ketika dia telah berpisah dari mereka dan apa-apa yang mereka sembah selain Allah, kami anugerahkan baginya Ishaq dan Ya’qub. Dan kami jadikan mereka nabi.

Ibrahim tidak menghancurkan berhala, tetapi berdiam diri dan meninggalkan para penyembah berhala tersebut  dalam QS 6:74-83 (Al Quran surat Al an’âm [hewan ternak] ayat 74-83)
وَإِذْ قَالَ إِبْرَ‌ٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً ۖ إِنِّىٓ أَرَىٰكَ وَقَوْمَكَ فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ [٦:٧٤]وَكَذَ‌ٰلِكَ نُرِىٓ إِبْرَ‌ٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ ٱلْمُوقِنِينَ [٦:٧٥]فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ ٱلَّيْلُ رَءَا كَوْكَبًۭا ۖ قَالَ هَـٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَآ أُحِبُّ ٱلْءَافِلِينَ [٦:٧٦]فَلَمَّا رَءَا ٱلْقَمَرَ بَازِغًۭا قَالَ هَـٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمْ يَهْدِنِى رَبِّى لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلضَّآلِّينَ [٦:٧٧]فَلَمَّا رَءَا ٱلشَّمْسَ بَازِغَةًۭ قَالَ هَـٰذَا رَبِّى هَـٰذَآ أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّآ أَفَلَتْ قَالَ يَـٰقَوْمِ إِنِّى بَرِىٓءٌۭ مِّمَّا تُشْرِكُونَ [٦:٧٨]إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضَ حَنِيفًۭا ۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ [٦:٧٩]وَحَآجَّهُۥ قَوْمُهُۥ ۚ قَالَ أَتُحَـٰٓجُّوٓنِّى فِى ٱللَّهِ وَقَدْ هَدَىٰنِ ۚ وَلَآ أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَشَآءَ رَبِّى شَيْـًۭٔا ۗ وَسِعَ رَبِّى كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ [٦:٨٠]وَكَيْفَ أَخَافُ مَآ أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُم بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ عَلَيْكُمْ سُلْطَـٰنًۭا ۚ فَأَىُّ ٱلْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِٱلْأَمْنِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ [٦:٨١]ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَـٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ [٦:٨٢]وَتِلْكَ حُجَّتُنَآ ءَاتَيْنَـٰهَآ إِبْرَ‌ٰهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَـٰتٍۢ مَّن نَّشَآءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌۭ [٦:٨٣]
Terjemahan bebas: Ayat 74: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya, Âzar: “Apakah kamu mengambil berhala-berhala sebagai ilâh? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” Ayat 75: Dan seperti itulah, Kami perlihatkan kepada Ibrahim kekuatan-kekuatan langit dan bumi dan agar dia menjadi orang yang yakin. Ayat 76: Kemudian ketika malam meliputi, dia melihat planet, dia berkata: “Inilah Rabbku.” Kemudian ketika dia (planet) terbenam, dia berkata: “Tidaklah aku menyukai yang tenggelam.” Ayat 77: Kemudian ketika dia bulan terbit, dia berkata: “Inilah Rabbku.” Kemudia ketika dia (bulan) terbenam, dia berkata: “Tidaklah Rabbku memberi petunjuk yang menjadikanku orang yang tersesat.” Ayat 78: Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Rabbku. Dia yang paling besar.” Kemudia ketika dia (matahari) terbenam, dia berkata: “Wahai kaumku, sesungguhnya aku pembuat dari apa-apa yang kalian persekutukan.” Ayat 79: “Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada yang menciptakan langit dan bumi dengan sebenar-benarnya. Dan aku bukanlah orang yang mempersekutukan.” Ayat 80: Dan  kaumnya mendebat dia. Dia berkata: “Apakah kalian mendebatku tentang Allah? Dan sesungguhnya Dia telah memberi petunjuk padaku. Dan tidaklah aku takut kepada apa yang kalian persekutukan dengan Dia, kecuali Rabbku menghendaki sesuatu yang lain. Sungguh luas Rabbku, Dia mengetahui segala hal. Apakah kalian tidak ingat itu?” Ayat 81: “Bagaimana aku harus takut kepada apa-apa yang kalian persekutukan denganNya dan sedangkan kalian tidak takut mempersekutukan Allah dengan apa-apa yang Dia sendiri tidak memberikan kewenangan atas kalian berbuat seperti itu? Maka jadilah kita dua golongan. Manakah yang lebih benar dengan pasti, jika kalian mengetahui?” Ayat 82: yaitu mereka yang beriman dan mereka tidak akan menutup iman mereka dengan perbuatan yang salah. Mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. Ayat 83: Dan Itu adalah alasan Kami yang kami sampaikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tingkatkan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Rabb kamu bijaksana mengetahui. Ayat 84: Dan Kami anugerahkan bagi dia Ishaq dan Ya’qub. Semuanya Kami beri petunjuk sebagaimana Kami beri petunjuk kepada Nuh sebelumnya. Dan dari keturunannya adalah Daud dan Sulaiman dan Ayub dan Yusuf dan Musa dan Harun. Dan seperti itulah Kami beri balasan bagi yang berbuat baik.

ULASAN:

Pada QS 21:51-59 Al Quran mengisahkan detail ketika Ibrahim (as) berhadapan dengan kaumnya ketika membicarakan patung (mungkin lokasinya di mana patung itu berada). Dia memberikan pelajaran kepada kaumnya bahwa berhala mereka tidak berdaya apa-apa. Karena cara berpikir mereka yang menuruti hawa nafsu, bukannya mereka sadar, mereka malah menghukum Ibrahim untuk dihukum bakar. Sebagaimana dapat dilihat pada ayat-ayat selanjutnya di QS 21:60-70.

Pada QS 6:74-83 Al Quran mengisahkan detail tentang perenungan Ibrahim (as) tentang siapa Rabb yang sebenarnya dan tidak membicarakan patung. Hal ini dia beritahukan kepada bapaknya dan kaumnya. Mereka bukannya menerima, malah kemudian mendebatnya.

Pada QS 19:41-49 Al Quran mengisahkan detail tentang pembicaraan pribadi Ibrahim (as) kepada bapaknya dan tidak membicarakan patung. Dia mengajak bapaknya untuk mengikuti ajarannya. Bukannya menerima ajakan, bapaknya malah mengusirnya pergi.

Selain Musa (as), nama Ibrahim adalah yang juga banyak disebut dalam Al Quran. Kisah tentang nabi ini tersebar di banyak surat dengan berbagai pokok masalah keimanan. Hal-hal yang disebut di atas adalah menceritakan masa mudanya di kampung halaman. Banyak kisah masa muda lainnya yang diinformasikan seperti berdebat dengan raja tentang tanda kekuasaan Rabbnya dalam QS 2:256, berdebat dengan kaumnya tentang apa kemampuan Rabbnya dalam QS 26:69-104 dan kisah lain-lainnya.

Berbeda dengan kitab suci sebelumnya, Al Quran tidak pernah mengisahkan ulang suatu detail pekerjaan manusia di ayat lain jika sudah diceritakan pada suatu ayat. Perhatikan salah satu contoh dari puluhan pengulangan detail dalam Perjanjian Lama dengan isi yang kontradiktif, yaitu antara 1 Tawarikh 18:4 dan 2 Samuel 8:4. Hal-hal yang selalu diulang oleh Al Quran adalah yang menyangkut pokok-pokok keimanan. Dengan demikian, kisah Ibrahim menghancurkan patung pada QS 21:51-59 tidak perlu lagi diceritakan di QS 6:74-83, QS 19:41-49, QS 2:256 atau QS 26:69-104. Lagi pula, pokok keimanan yang dibicarakan juga berbeda.

Tuesday, August 18, 2015

Siapa yang mewahyukan Al Quran?



32. Siapakah yg mewahyukan Alquran? Sosok Allah Muslim (Qs.53:2-18) .
Hal ini bertentangan dengan:
Yg mewahyukan Alquran adalah RuhulQudus/Roh Kudus (Qs.16:102, 26:192-194).
Yg mewahyukan Alquran adalah para malaikat/banyak malaikat (jamak dalam bahasa Arabnya) (Qs.15:8).
Yg mewahyukan Alquran adalah Jibril (Qs.2:97).
Awas! Harap lihat Alquran dalam bahasa aslinya, dan tidak dikaburkan/ dicampur adukkan oleh istilah/sisipan dari “penterjemah” yg menyamaratakan/ menggantikan “Ruhul Qudus” “Jibril” dan “Malaikat”.
Sampai disini sudah ada 5 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 161 pertentangan.


Sosok Allah Muslim dalam QS 53:2-18 (Al Quran surat An Najm [bintang] ayat 2-18)
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ [٥٣:٢]وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ [٥٣:٣]إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ [٥٣:٤]عَلَّمَهُۥ شَدِيدُ ٱلْقُوَىٰ [٥٣:٥]ذُو مِرَّةٍۢ فَٱسْتَوَىٰ [٥٣:٦]وَهُوَ بِٱلْأُفُقِ ٱلْأَعْلَىٰ [٥٣:٧]ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّىٰ [٥٣:٨]فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ [٥٣:٩]فَأَوْحَىٰٓ إِلَىٰ عَبْدِهِۦ مَآ أَوْحَىٰ [٥٣:١٠]مَا كَذَبَ ٱلْفُؤَادُ مَا رَأَىٰٓ [٥٣:١١]أَفَتُمَـٰرُونَهُۥ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ [٥٣:١٢]وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ [٥٣:١٣]عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ [٥٣:١٤]عِندَهَا جَنَّةُ ٱلْمَأْوَىٰٓ [٥٣:١٥]إِذْ يَغْشَى ٱلسِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ [٥٣:١٦]مَا زَاغَ ٱلْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ [٥٣:١٧]لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ ءَايَـٰتِ رَبِّهِ ٱلْكُبْرَىٰٓ [٥٣:١٨]
Terjemahan bebas: Ayat 2: Tidaklah tersesat sahabat kalian (Muhammad) dan tidaklah dia melantur. Ayat 3: Dan dia tidak akan bicara dari hawa nafsunya. Ayat 4: Dia (apa yang diucapkan) adalah wahyu yang diwahyukan Ayat 5: Yang sangat kuat telah mengajarkan kepadanya. Ayat 6: Yang memiliki kebijaksanaan kemudian dia menampakkan jati dirinya. Ayat 7: Dan dia berada di horison tertinggi. Ayat 8: Kemudian dia mendekat lalu dia menurunkan dirinya. Ayat 9: Kemudian sampai dia berjarak dua busur atau lebih dekat. Ayat 10: Kemudian dia mewahyukan kepada hambaNya apa-apa yang diwahyukan. Ayat 11: Tidaklah berbohong nalar apa yang telah dia (Muhammad) lihat. Ayat 12: Maka akankah kalian mendebatnya apa yang dia lihat? Ayat 13: Dan sesungguhnya telah dia (Muhammad) melihat dia pada kesempatan turunnya yang lain. Ayat 14: Di sisi pohon rindang batas terjauh. Ayat 15: Di sisi dia (pohon itu) berada taman yang dijanjikan. Ayat 16: Ketika dia menaungi pohon itu apa-apa yang menaungi. Ayat 17: Tidaklah penglihatan dia (Muhammad) mengecoh dan tidak berlebihan. Ayat 18: Sesungguhnya telah dia lihat bagian tanda-tanda Rabbnya yang agung.

Yg mewahyukan Alquran adalah RuhulQudus/Roh Kudus dalam QS 16:102 (Al Quran surat An Nahl [lebah] ayat 102)
قُلْ نَزَّلَهُۥ رُوحُ ٱلْقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِٱلْحَقِّ لِيُثَبِّتَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهُدًۭى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ [١٦:١٠٢]
Terjemahan bebas: Katakanlah: “Rûh Al Qudus telah menurunkan dia (Al Quran) secara berangsur-angsur dari Rabb kamu dengan kebenaran agar meneguhkan mereka yang beriman dan memberi petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Allah).”

Yg mewahyukan Alquran adalah RuhulQudus/Roh Kudus dalam  QS 26:192-194 (Al Quran surat As Syu’arâ’ [penyair-penyair] ayat 192-194)
وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ [٢٦:١٩٢]نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلْأَمِينُ [٢٦:١٩٣]عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ [٢٦:١٩٤]
Terjemahan bebas: Ayat 192: Dan sesungguhnya dia (Al Quran) adalah yang diturunkan secara berangsur-angsur dari Rabb alam semesta. Ayat 193: Rûh Al Amîn adalah yang menurunkan dia (Al Quran). Ayat 194: Atas hati kamu (Muhammad) agar menjadikan kamu orang  yang memberi peringatan.

Yg mewahyukan Alquran adalah para malaikat/banyak malaikat (jamak dalam bahasa Arabnya) dalam QS 15:8 (Al Quran surat Al Hijr [tanah berbatu] ayat 8)
مَا نُنَزِّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَمَا كَانُوٓا۟ إِذًۭا مُّنظَرِينَ [١٥:٨]
Terjemahan bebas: Tidaklah Kami turunkan malaikat berbondong-bondong kecuali dengan kebenaran, dan kalaupun itu terjadi, tidaklah mereka (musyrikin Mekah) menjadi orang-orang yang ditangguhkan.

Yg mewahyukan Alquran adalah Jibril dalam QS 2:97 (Al Quran surat Al Baqarah [sapi betina] ayat 97)
قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّۭا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ ٱللَّهِ مُصَدِّقًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًۭى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ [٢:٩٧]
Terjemahan bebas: Katakanlah: “Barangsiapa menjadikan Jibril sebagai musuh, maka sesungguhnya dia (Jibril) menurunkan dia (Al Quran) secara berangsur-angsur atas hati kamu dengan ijin Allah, yang membenarkan apa-apa yang ada di antara kedua tangan dia (orang yang memusuhi Jibril), dan sebagai petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.

ULASAN

Pada QS 53:2-18 Al Quran menginformasikan bagaimana Muhammad SAW berinteraksi dengan apa yang dilihatnya, yaitu Jibril (as). Lihat penjelasan selengkapnya pada tulisan sebelumnya: Bisakah AllahMuslim dilihat oleh manusia. Berarti bukan Allah langsung yang mewahyukan Al Quran melainkan melalui perantaraan utusan, yaitu Jibril (as).

Pada QS 15:8 Al Quran menginformasikan bahwa jika Allah menghendaki, malaikat dapat saja diturunkan berbondong-bondong sehingga orang-orang musyrikin Mekah hancur seketika. Ayat ini bagian dari episode orang-orang musyrikin Mekah yang mengolok-olok Muhammad SAW. Kalau dia benar seorang nabi, silahkan kirim malaikat yang akan menghukum mereka. Allah menurunkan mukjizat atau siksaan bukan berdasarkan permintaan manusia. Ayat ini tidak berkenaan dengan bagaimana Al Quran diwahyukan. Berarti bukan malaikat (bentuk jamak) yang mewahyukannya.

Pada QS 16:102 Al Quran menginformasikan bahwa Rûh Al Qudus (yang murni, suci tanpa cela) yang menurunkan Al Quran secara berangsur-angsur kepada Muhammad SAW. Pada QS 26:192-194 menginformasikan bahwa Rûh Al Amîn (yang terpercaya) yang menurunkan Al Quran secara berangsur-angsur kepada Muhammad SAW. Pada QS 2:97 Al Quran menginformasikan bahwa Jibril yang menurunkan Al Quran secara berangsur-angsur kepada Muhammad SAW. Selanjutnya perhatikan QS 42:51-52 (Al Quran surat As Syura [perundingan] ayat 51-52)
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ ٱللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَآئِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًۭا فَيُوحِىَ بِإِذْنِهِۦ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ عَلِىٌّ حَكِيمٌۭ [٤٢:٥١]وَكَذَ‌ٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًۭا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِى مَا ٱلْكِتَـٰبُ وَلَا ٱلْإِيمَـٰنُ وَلَـٰكِن جَعَلْنَـٰهُ نُورًۭا نَّهْدِى بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَ‌ٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ [٤٢:٥٢]
 Terjemahan bebas: Ayat 51: Dan tidaklah dapat bagi manusia agar Allah berbicara langsung  kepadanya, selain melalui inspirasi, atau dari balik tirai, atau mengirim seorang utusan yang kemudian mewahyukan dengan ijinNya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia tinggi penuh hikmah. Ayat 52: Dan begitulah Kami mewahyukan kepada kamu melalui Rûh atas perintah Kami. Tidaklah kamu mengerti apa itu Al Kitab dan apa itu Iman, akan tetapi kami jadikan dia (Al Quran) sebagai cahaya yang dengannya Kami beri petunjuk siapa yang kami kehendaki dari hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu akan memberi petunjuk tentang jalan yang lurus.

Hal ini mengindikasikan bahwa manusia tidak dapat menerima kata-kata langsung dari Allah. Bagi manusia biasa adalah melalui ide yang tercetus dalam pikirannya. Yang pernah menerima kata-kata dari balik tirai salah satunya adalah Musa (as) sehingga julukannya adalah Kalamullah (perkataan Allah). Sedangkan Muhammad SAW menerima kata-kata dari Allah adalah dengan cara yang ketiga yaitu melalui seorang utusan. Siapa utusan itu? Nama-nama yang dikaitkan dengan penyampaian Al Quran adalah: Rûh Al Qudus, Rûh Al Amîn, Jibril dan Rûh saja. Karena hanya ada satu utusan, berarti nama-nama itu adalah untuk satu utusan tersebut. Dalam Al Quran kata Jibril hanya disebut 3 kali saja. Sedangkan Rûh sebagai nama lain dari Jibril (as) disebut lebih dari 10 kali.

Mohon perhatian kepada pembaca agar jangan keliru membedakan antara Rûh Al Qudus dengan Roh Kudus (Holy Spirit atau Holy Ghost) yang disebut-sebut dalam Gospel atau tulisan-tulisan Perjanjian Baru. Keduanya adalah hal yang berbeda. Yang pertama adalah nama lain dari Jibril sedangkan yang kedua adalah suatu konsep yang asing bagi judaisme dan islam, yaitu sosok yang menjelma sebagai merpati sebagai mana dideskripsikan dalam Matius 3:16 dll.

Wednesday, August 5, 2015

Apa hukuman bagi perbuatan "keji"?



36. Apakah hukum bagi orang yg melakukan perbuatan keji? Didera (dipecut) sebanyak 100 kali, baik pria maupun wanita ( Qs.24:2).
Hal ini bertentangan dengan:
Orang yg berzinah, khususnya pria hukumannya adalah jika bertobat dan memperbaiki diri, maka akan diampuni (Qs.4:16).
Orang yg berzinah, khususnya wanita, hukumannya adalah dikurung didalam rumah sampai mati atau sampai Allah Muslim memberi jalan lain ( Qs.4:15).
Pertanyaan: Mengapa penghukuman untuk pria dan wanita adalah sama dalam Qs.24, tetapi berbeda di Qs.4? Jadi disini ada 2 pertentangan ayat. Total sudah ada 168 pertentangan.



Didera (dipecut) sebanyak 100 kali, baik pria maupun wanita dalam QS 24:2 (Al Quran surat An Nûr [cahaya] ayat 2)
ٱلزَّانِيَةُ وَٱلزَّانِى فَٱجْلِدُوا۟ كُلَّ وَ‌ٰحِدٍۢ مِّنْهُمَا مِا۟ئَةَ جَلْدَةٍۢ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌۭ فِى دِينِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌۭ مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ [٢٤:٢]
Terjemahan bebas: Pezinah, baik perempuan maupun laki-laki, kalian cambuklah masing-masing dari keduanya seratus cambukan. Dan janganlah belas kasihan kalian terhadap mereka berdua dalam (menjalankan) agama Allah, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan agar menyaksikan hukuman bagi keduanya sekelompok dari orang-orang beriman.

Orang yg berzinah, khususnya wanita, hukumannya adalah dikurung didalam rumah sampai mati atau sampai Allah Muslim memberi jalan lain dalam QS 4:15 (Al Quran surat An Nisâ’ [wanita-wanita] ayat 15)
وَٱلَّـٰتِى يَأْتِينَ ٱلْفَـٰحِشَةَ مِن نِّسَآئِكُمْ فَٱسْتَشْهِدُوا۟ عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةًۭ مِّنكُمْ ۖ فَإِن شَهِدُوا۟ فَأَمْسِكُوهُنَّ فِى ٱلْبُيُوتِ حَتَّىٰ يَتَوَفَّىٰهُنَّ ٱلْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ ٱللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًۭا [٤:١٥]
Terjemahan bebas: Dan yaitu mereka (wanita-wanita) yang mendatangkan perbuatan tidak bermoral dari wanita-wanita kalian, maka berilah kesaksian atas mereka empat dari kalian. Kemudian jika mereka bersaksi, maka kalian tahan mereka (wanita-wanita) dalam rumah-rumah sampai maut mengakhiri mereka atau Allah menjadikan bagi mereka suatu jalan lain.

Orang yg berzinah, khususnya pria hukumannya adalah jika bertobat dan memperbaiki diri, maka akan diampuni dalam QS 4:16 (Al Quran surat An Nisâ’ [wanita-wanita] ayat 16)
وَٱلَّذَانِ يَأْتِيَـٰنِهَا مِنكُمْ فَـَٔاذُوهُمَا ۖ فَإِن تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُوا۟ عَنْهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ تَوَّابًۭا رَّحِيمًا [٤:١٦]
Terjemahan bebas: Dan yaitu mereka berdua yang mendatangkan dia (perbuatan tidak bermoral) dari kalian, maka siksalah keduanya. Kemudian jika mereka berdua bertobat dan memperbaiki, maka kalian biarkanlah keduanya. Sesungguhnya Allah penerima tobat penyayang.

ULASAN

Penghukuman ini pada ketiga ayat ini banyak menimbulkan penafsiran. Perhatikan kata-kata yang digunakan “fahisyah” (فـحشة) dan “zaniy” (زانى). Kata pertama adalah perbuatan umum yang dapat diartikan sebagai perbuatan tidak patut, perbuatan dosa besar, perbuatan tidak bermoral, perbuatan tidak sopan, perbuatan mengumbar hawa nafsu, perbuatan yang di luar kewajaran yang mencakup perzinahan, perselingkuhan, aborsi, sodomi, hubungan seksual tidak wajar dll. Dengan demikian, pengertian kata ini sangat luas sehingga berbagai penafsiran akan timbul. Sedangkan kata kedua adalah perbuatan spesifik yang dapat diartikan sebagai hubungan seksual sukarela antara laki-laki dan perempuan yang tidak ada ikatan pernikahan di antara keduanya. Dengan demikian kata kedua merupakan bagian dari kata pertama.

Pada QS 24:2 Al Quran memberikan informasi tentang penghukuman yang jelas atas suatu perbuatan yang spesifik. Pada QS 4:15 Al Quran menginformasikan adanya perbuatan tidak bermoral yang dilakukan oleh perempuan-perempuan. Agar jelas apakah perbuatan tersebut tidak bermoral, maka harus dihadirkan 4 saksi yang semuanya melihat sesuatu dengan deskripsi yang sama. Jika ada deskripsi yang saling bertentangan, maka kesaksian itu batal. Jika sudah diputuskan bahwa perbuatan itu tidak bermoral (di luar zinah), maka perempuan yang bersangkutan dikurung di rumah seumur hidup atau dibebaskan dengan persyaratan tertentu. Pada QS 4:16 Al Quran menginformasikan adanya perbuatan tidak bermoral yang dilakukan oleh dua orang (bisa perempuan dan laki-laki, bisa keduanya perempuan dan bisa keduanya laki-laki). Pembuktiannya sama dengan pembuktian pada ayat sebelumnya. Jika keduanya diputuskan melakukan perbuatan tidak bermoral, maka hukumlah keduanya selama mereka tidak bertobat dan memperbaiki diri atas perbuatan tersebut. Jika zinah, hukum keduanya berdasarkan QS 24:2. Jika keduanya perempuan, maka hukum keduanya berdasarkan QS 4:15. Selain daripada itu, hukum sesuai kebijaksanaan masing-masing.

Perhatikan, secara keseluruhan, jika pelakunya bertobat dan memperbaiki diri, maka bebaskan mereka.

Sunday, August 2, 2015

Dosa syirik diampuni?



31. Apakah Allah Muslim mengampuni dosa syirik?Dosa syirik dianggap dosa yg paling buruk dari segala dosa, tetapi penulis Quran tidak dapat memutuskan apakah Allah Muslim akan mengampuni dosa syirik atau tidak ( Qs.4:48, 4:116).
Hal ini bertentangan dengan:
Dosa syirik adalah dapat diampuni (Qs.4:153).
Dosa syirik adalah dapat diampuni (Qs.25:68-71) .
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 156 pertentangan.


Penulis Quran tidak dapat memutuskan apakah Allah Muslim akan mengampuni dosa syirik atau tidak dalam QS 4:48 (Al Quran surat An Nisâ’ [wanita-wanita] ayat 48)
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَ‌ٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا [٤:٤٨]
Terjemahan bebas: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni yang mempersekutukan Dia. Dan Dia akan mengampuni apa-apa selain itu bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa mempersekutukan Allah, maka dia telah mempermain-mainkan dosa yang besar.

Penulis Quran tidak dapat memutuskan apakah Allah Muslim akan mengampuni dosa syirik atau tidak dalam QS 4:116 (Al Quran surat An Nisâ’ [wanita-wanita] ayat 116)
ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَ‌ٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَـٰلًۢا بَعِيدًا [٤:١١٦]
Terjemahan bebas: Allah tidak akan mengampuni yang mempersekutukan Dia. Dan Dia akan mengampuni apa-apa selain itu bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa mempersekutukan Allah, maka dia telah tersesat yang sejauh-jauhnya.

Dosa syirik adalah dapat diampuni dalam QS.4:153 (Al Quran surat An Nisâ’ [wanita-wanita] ayat 153)


يَسْـَٔلُكَ أَهْلُ ٱلْكِتَـٰبِ أَن تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَـٰبًۭا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۚ فَقَدْ سَأَلُوا۟ مُوسَىٰٓ أَكْبَرَ مِن ذَ‌ٰلِكَ فَقَالُوٓا۟ أَرِنَا ٱللَّهَ جَهْرَةًۭ فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّـٰعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ۚ ثُمَّ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلْعِجْلَ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَـٰتُ فَعَفَوْنَا عَن ذَ‌ٰلِكَ ۚ وَءَاتَيْنَا مُوسَىٰ سُلْطَـٰنًۭا مُّبِينًۭا [٤:١٥٣]
Terjemahan bebas: Orang-orang Yahudi dan Kristen meminta padamu agar diturunkan atas mereka kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta pada Musa yang lebih besar dari itu. Kemudian mereka berkata: “Tampakkan Allah pada kami dengan jelas.” Maka menyambarlah petir atas mereka dalam kedegilan mereka. Kemudian mereka mengambil anak sapi sesudah keterangan yang jelas datang pada mereka. Maka Kami biarkan hal itu (untuk sementara) dan kami berikan Musa wewenang yang nyata (untuk menanganinya).

Dosa syirik adalah dapat diampuni dalam QS 25:68-71 (Al Quran surat Al Furqân [pembeda] ayat 68-71)
وَٱلَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَ‌ٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًۭا [٢٥:٦٨]يُضَـٰعَفْ لَهُ ٱلْعَذَابُ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِۦ مُهَانًا [٢٥:٦٩]إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلًۭا صَـٰلِحًۭا فَأُو۟لَـٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمْ حَسَنَـٰتٍۢ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا [٢٥:٧٠]وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَـٰلِحًۭا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابًۭا [٢٥:٧١]
Terjemahan bebas: Ayat 68: Dan mereka yang tidak memohon kepada suatu ilâh yang lain di samping Allah, dan tidak membunuh jiwa yang Allah larang, kecuali dengan kebenaran, dan tidak berzinah. Dan (sebaliknya) barangsiapa melakukan hal itu, maka dia melakukan dosa-dosa besar. Ayat 69: Siksaan akan digandakan bagi dia pada hari kiamat dan dia kekal di dalamnya dihinakan. Ayat 70: Kecuali barangsiapa yang bertobat dan beriman dan melakukan perbuatan baik, maka mereka itu digantikan keburukan-keburukan mereka oleh Allah dengan kebaikan-kebaikan. Dan Allah itu pengampun penyayang. Ayat 71: Barangsiapa telah bertobat dan telah melakukan perbuatan baik, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan sebenar-benarnya.

ULASAN

Dalam ayat-ayat ini tidak ada kebingungan atau pertentangan satu sama lain, masalahnya di sini mungkin dalam membedakan pengertian kata “ghafara” (غفر) dan “afâ” (عفا). Kedua kata ini jika dihubungkan dengan agama atau hukum, maka keduanya mempunyai arti yang sama yaitu mengampuni. Pengertian kata pertama adalah menutup, melindungi, membungkus, atau meliput. Jika dihubungkan dengan agama atau hukum, pengertiannya menjadi menutup dari konsekuensi suatu perbuatan. Dengan kata lain, mengampuni perbuatan tersebut sehingga bebas dari konsekuensi selamanya.  Pengertian kata kedua adalah membiarkan lewat, memberikan lebih dari semestinya, atau membebaskan dari kewajiban atau hak yang sifatnya temporer. Jika dihubungkan dengan agama atau hukum, pengertiannya menjadi membiarkan lewat konsekuensi pada saat itu. Dengan kata lain, menangguhkan hukuman atas perbuatan tersebut sehingga bebas dari konsekuensi pada saat itu yang mungkin pada suatu saat konsekuensi itu ada datang lagi.

Pada QS 4:48 dan QS 4:116 Al Quran menginformasikan bahwa mempersekutukan Allah tidak akan diampuni. Dosa selain itu akan diampuni Allah bagi siapa yang Dia kehendaki. Maksudnya adalah sampai kapanpun dosa syirik tidak akan diampuni, sedangkan dosa yang lain masih mungkin diampuni. Misalkan, seseorang yang tidak melakukan dosa syirik tetapi melakukan pembunuhan yang dilarang oleh Allah, maka dia tetap menanggung dosa besar. Jika di dunia dia bertobat dan dihukum pancung atau dimaafkan oleh keluarga yang dia bunuh, maka Allah mengampuni dosa atas pembunuhan tersebut. Sebaliknya, jika dia di dunia tidak pernah bertobat atau lolos dari hukum pancung tetapi tidak dimaafkan oleh keluarga yang dia bunuh, maka Allah tidak akan mengampuni dosa atas pembunuhan tersebut, walaupun dia berbuat baik sebanyak apapun. Pilihan-pilihannya jelas, tidak sukar untuk membedakannya. Pada kedua ayat ini digunakan kata ghafara (غفر).
Mengapa digunakan kata “afâ” (عفا) Pada 4:153, bukan kata “ghafara” (غفر)? Allah untuk sementara waktu membiarkan perbuatan mereka menyembah anak sapi dan tidak menghukum mereka pada saat itu juga karena Musa (as) tidak bersama-sama mereka. Musa sedang berada di gunung Sinai selama 40 hari untuk menerima Torah. Setelah itu, Musa (as) mendapat otoritas penuh untuk menghukum kaumnya. Lihat kelanjutan episode ini di QS 2:54 (Al Quran surat Al Baqarah [sapi betina] ayat 54):
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ يَـٰقَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنفُسَكُم بِٱتِّخَاذِكُمُ ٱلْعِجْلَ فَتُوبُوٓا۟ إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَٱقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ذَ‌ٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ عِندَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ [٢:٥٤]
Terjemahan bebas: Dan (ingatlah) ketika Musa berkata: “Wahai kaumku, sesungguhnya kalian menganiaya diri kalian sendiri dengan mengambil anak sapi sebagai sembahan kalian. Maka, bertobatlah kepada Pembuat kalian dan bunuhlah diri kalian sendiri, hal itu lebih baik bagi kalian di sisi Pembuat kalian. Kemudian tobat mereka diterima. Sesungguhnya Dia maha menerima tobat yang penuh kasih sayang.
Perhatikan, di sini Allah disebut sebagai “bâri’” (بارء), pembuat. Agar Pembuat mereka mau mengampuni dosa tersebut, maka cara yang terbaik adalah bertobat dan membunuh diri sendiri (baik secara harfiah maupun kiasan). Bertobat dan membunuh diri sendiri adalah perbuatan setimpal untuk menebus dosa paling besar sehingga tidak ada lagi dosa yang ditanggung pada hari pengadilan nanti. Allah menciptakan manusia hidup di dunia adalah untuk menghamba kepadaNya bukan untuk mempersekutukanNya. Daripada membuat sesuatu yang akan mempersekutukan Dia, lebih baik tidak membuatnya sama sekali. Dengan demikian, berdasarkan informasi dari mulut Musa (as), daripada hidup di dunia dengan label mempersekutukan Allah, lebih baik hilangkan label itu dengan bertobat dan bunuh diri. Dalam arti kiasan, macam-macam penafsirannya, bisa jadi meninggalkan praktek-praktek buruk tersebut. Apakah anjuran ini dilaksanakan oleh anak-anak Israel atau tidak, Al Quran tidak menginformasikannya dan itu tidak penting. Bandingkan dengan Kitab Keluaran XXXII, 26-28.

Pada QS 25:68-71 Al Quran menginformasikan bahwa mempersekutukan Allah, membunuh jiwa yang dilarang oleh Allah dan berbuat zinah adalah dosa-dosa besar. Jika semua itu dilakukan, maka siksaan bagi pelakunya akan dilipatgandakan selamanya, baik di dunia maupun di akhirat. Selama ajal belum menjemput, jika pelakunya bertobat, beriman dan berbuat baik maka keburukan-keburukan akibat semua dosa-dosa tersebut akan dihapus seluruhnya dan diganti dengan kebaikan-kebaikan. Sederhana bukan? Dosa seberat apapun pasti diampuni. Sayangnya tidak semua orang mau melakukan hal ini karena banyak sekali godaannya terutama dari dalam pribadi orang yang belum mau mencari kebenaran sejati oleh karena kesombongan dan kemalasan. Akan tetapi, jika orang itu mau menerima kebenaran sejati dan berusaha berbuat baik dengan sungguh-sungguh, maka kesuksesan segera terlihat di depan mata pada jalan yang lurus.